Setelah tak bersama Chapter 14


Sudah sejak seminggu ini, Lyra dan Timnya benar benar sibuk, terkadang mereka lupa makan, kurang istirahat bahkan tak sempat mandi untuk berangkat ke kantor. Saat ini Proyek tim juniorpun sudah mulai diluncurkan. Kini Lyra dan Timnya sudah mulai bisa istirahat. Mereka tinggal menunggu respon dari konsumen. 

Lyra benar benar sudah bekerja keras. Walaupnun sudah tak sesibuk sebelumnya, tetap saja lyra tak bisa merasa tenang karena menunggu respon konsumen akan produk baru itu. Ia sungguh berharap kali ini strateginya bisa lebih sukses dari sebelumnya.

Siang itu,  Ferdi masih tak menyerah untuk mengajak Lyra makan siang. Ia sudah tahu bahwa Lyra dan timnya sudah tak sesibuk sebelumnya. “seharusnya Ia sudah punya waktu untukku..” pikir Ferdi tak sabar. Sejenak ia berpikir akan sesuatu. Yah, Ia  akan langsung mendatangi Lyra ke ruang kerjanya.

“ooh, pak Ferdinand Alpath, ada yang bisa saya bantu..” tanya melani masih terkejut dengan kedatangan tiba tiba Ferdi ke ruangan Timnya.

Mendengar ucapan melani, semua staff  lain ikut melihat dan berdiri dari meja kerja mereka masing masing. Tak terkecuali Lyra. ia juga tak kalah terkejutnya. Dengan tubuh yang masih begitu lemas karena kurang istirahat, Lyra pun ikut berdiri untuk menghormati kedatangan direktur eksekutif Gerfon Company itu.

“saya perlu laporan tentang strategi pemasaran dari asisten tim ini langsung” perintah ferdi pura pura tidak tahu bahwa Lyra lah yang ia maksud.

Mengetahui dirinyalah yang dimaksud, lyra segera menyahut

“saya asisten manager tim ini, baikalah saya akan segera menemui anda di ruangan.. “ jawab Lyra sekenanya.

Mendengar hal itu, ferdi tersenyum simpul. Ia tak menyangka ternyata mudah sekali  untuk bertemu Lyra. ” Kenapa tak dari dulu saja aku memakai alasan ini “ pikirnya dalam hati.

“oh tentu, saya tunggu segera anda di ruangan saya..” seru ferdi sambil menahan senyum.
Segera setelah itu ferdi berjalan ke arah pintu. Saat hendak keluar, ferdi berbalik sejenak untuk mengucapkan sesuatu.

“terima kasih telah bekerja keras. Semoga Strategi pemasaran Tim kalian sukses..” seru ferdi dengan semangat sambil melangkah keluar dari ruangan itu.

Melihat Ferdi berjalan, Lyrapun segera menyusul. Di tangannya sudah ada laporan yang memang akan segera ia berikan kepada Ferdi. Baru saja beberapa langkah keluar dari pintu ruangannya, tiba-tiba Lyra terjatuh dan segera tak sadarkan diri.

Mendengar suara gaduh di belakangnya, Ferdi segera berbalik. Dilihatnya lyra pingsan di lantai. Saat itu raymon sudah mengambil ancang ancang untuk mengangkat tubuh Lyra. Tapi dengan segera Ferdi menahannya. “biarkan aku yang membawanya ke rumah sakit..” seru ferdi ke arah raymon. Dengan segera ferdi mengangkat tubuh lyra tepat di kedua lengannya. Ferdi masih begitu terkejut. Ia khawatir akan kondisi lyra. Tanpa memeperhatikan keadaan di sekelilingnya, ferdi segera membawa tubuh itu bergegas menuju mobilnya.

Selepas kepergian ferdi, perusahaan itu menjadi heboh. Semua karyawan dan staff masih membicarakan kejadian tadi. Mereka semua melihat ferdi mengangkat Lyra dengan begitu gesitnya. Semua orang yang berada di sana pun tahu bahwa Ferdi benar-benar khawatir.

***
Hari sudah menjelang malam, tapi Lyra masih belum sadarkan diri. Ferdi masih setia mejaga Lyra di sisinya. Ia duduk tepat di samping tempat tidur Lyra. Digengamnya erat tangan gadis itu. Ia benar benar khawatir akan kondisi Lyra. Walupun dokter tadi sudah menjelaskan bahwa Lyra hanya perlu istirahat. kondisi tubuh lyra saat itu begitu lemah karena ia mengalami hipoglikemi ditambah pula ia kurang istirahat  baik secara fisik maupun mental. Ferdi masih memandang Lyra dengan lembut dan tak sekalipun melepaskan genggaman tangannya, Ia tak sadar bahwa di balik pintu ruang rawat itu, Vino berdiri melihat itu semua.

Masih memandang dan menggenggam tangan Lyra, tiba tiba Ferdi teringat kembali kejadian lima tahun yang lalu. Kejadiannya pun persis sama seperti ini. kejadian yang membuat dia berpisah adri perempuan yang dicintainya itu.

***
maaf ya reader, update nya sedikit lagi kali ini. segaja sih, pengen buat reader penasaran. tapi jadi penasaran gak sih?

#peluk ciumku untuk readers setia

 Selanjutnya : Setelah Tak bersama Chapter 15


EmoticonEmoticon