POV Zain
aku tak bisa
luluhkan hatimu
dan aku tak bisa menyentuh cintamu
seiring jejak kakiku bergetar
aku tlah terpaut oleh cintamu
menelusup hariku dengan harapan
namun kau masih terdiam membisu
dan aku tak bisa menyentuh cintamu
seiring jejak kakiku bergetar
aku tlah terpaut oleh cintamu
menelusup hariku dengan harapan
namun kau masih terdiam membisu
sepenuhnya aku
ingin memelukmu
mendekap penuh harapan tuk mencintaimu
setulusnya aku akan terus menunggu
menanti sebuah jawaban tuk memilikimu
mendekap penuh harapan tuk mencintaimu
setulusnya aku akan terus menunggu
menanti sebuah jawaban tuk memilikimu
(Padi, menanti sebuah jawaban)
“tapii keputusan tetap ada di tangan
Mira..”
Kata
kata dari Oom Erwin beberapa saat yang lalu itu, terus berputar ulang di otakku
bak kaset kusut yang tak akan bisa berhenti.
Saat
ini pasti Oom Erwin dan Tante Ratna telah menyampaikan perihal lamaranku pada
Mira, dan itu berarti Mira juga tengah dibuat ‘Galau’ antara mimpinya ke Aussie
dan keharusan menikah denganku. Itu sudah seperti ‘satu paket’ restu dari orang
tua mira jika Mira memang ingin melanjutkkan pendidikannya ke Aussie.

