Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Satu Hal penting yang Harus dilakukan Wanita ketika Periode menstruasi berakhir

Perhatikan payudaramu untuk mencegah kemungkinan kanker payudara (Deteksi Dini Kanker Payudara)


Nerstory,-  Periksa payudara sendiri (SADARI) or breast self-examination, sebaiknya dilakukan segera setelah periode menstruasi berakhir. Hal ini dilakukan agar lebih mudah untuk mendeteksi adanya pertumbuhan yang mencurigakan karena pada waktu ini payudara terasa tebal dan padat dibandingkan dengan minggu sebelum periode dimulai.


Lalu bagaimana cara melakukannya (SADARI)

1. Letakkan 3-4 jari bersamaan dikedua payudar

2. Periksa kedua payudara menggunakan gerakan memutar (circular movements) dari arah puting menuju dada bawah sentimer demi sentimeter

3. Pertama mulailah gerakan dengan lembut dan perlahan lalu lebih keras untuk merasakan lapisan yang lebih dalam

4. Jelajahi payudaramu dengan berbagai posisi yang berbeda; berbaring, duduk dan berdiri.

5. Lakukan hal ini selama 5 menit untuk masing masing payudara.


Seperti ini contoh gerakan memutar yang harus dilakukan untuk memeriksa payudara. Check this video out




 Tidak ada yang lebih mengerti tentang tubuh kita selain diri kita sendiri. Take care your body ladies. 


Source: Flo Health Insight

Contoh Teknik imajinasi terbimbing (Teknik Guided Walking Imagery) untuk Manajemen Nyeri Nonfarmakologis

Nerstory-  Teknik Imajinasi Terbimbing (tekink guided walking imagary) untuk penatalaksanaan nyeri non farmakologis


Guided walking Imagery adalah sebuah teknik yang menggunakan imajinasi dan visualisasi untuk membantu mengurangi stress dan mendorong relaksasi.

sebuah teknik relaksasi yang bertujuan untuk mengurangi stress dan meningkatkan      perasaan tenang dan damai serta merupakan obat penenang untuk situasi yang sulit dalam kehidupan. merupakan suatu teknik untuk mengkaji kekuatan pikiran saat sadar maupun tidak sadar untuk menciptakan bayangan gambar yang membawa ketenangan dan keheningan (National Safety Council,2004).

NB: semua orang bisa melakukan teknik ini untuk mengurangi nyeri, bukan orang yang sudah profesional saja. pastikan suasana sebelum melakukan teknik ini tenang dan damai       hingga pasien bisa mengikuti segala instrusksi. kata-katanya bisa disesuaikan dengan kondisi dan ingatan klien. selamat mencoba! 
berikut ini contoh teknikTeknik Guided Walking Imagery

Tonton yuk video panduan guided walking imaginary yang benar. 

VIDEO TEKNIK GUIDED WALKING IMAGINARY 
Berikut contohnya: 
Mulai dengan melemaskan seluruh tubuh anda, tarik nafas perlahan sambil memejamkan mata dengan lembut…ketika anda telah merasa rileks, coba anda imajinasikan bahwa anda kembali ke suatu masa yang sangat berkesan, indah dan paling membahagiakan dalam hidup anda. Anda dapat memilihnya sendiri, suatu masa yang sangat menyenangkan bagi anda dan dapat dengan mudah anda ingat. Suatu masa yang selama ini benar-benar anda rindukan…

Bayangkan saat tersebut…Rasakan hal tersebut semakin jelas… semakin nyata.. rasakan bahwa anda mulai dapat merasakan anda kembali di masa itu.. anda benar-benar berada di saat itu bersama orang-orang yang menyayangi Anda… anda benar-benar mulai dapat mengamati keadaan sekeliling, melihat dan merasakan.. hal-hal yang menyenangkan dalam hidup anda.. merasa lebih rileks, nyaman, tenang dan santai…nikmati semua perasaan yang anda rasakan.. semakin nyata, semakin jelas anda benar- benar menikmatinya… rasakan bahwa hal ini sangat nyata.. anda benar-benar berada di sana… silakan anda menikmatinya, tinggal disana selama yang anda inginkan, sangat nyata, sangat jelas dan sangat menyenangkan…saat anda terbangun rasakan hal tersebut benar-benar telah anda rasakan kembali…

Selengkapnya saksikan videonya dibawah ini https://www.youtube.com/watch?v=t4V5qrAsC9o
 

10 Kiat Sehat Memecahkan Bulatan akibat Luka Melepuh


Nerstory-   Hari ini saya akan membagikan tips yang saya dapat dari suatu acara televisi yang memang berisi  tentang info kesehatan.

Anda pasti pernah mengalami luka melepuh terkena air atau benda-benda panas? hal apa yang akan terlihat di kulit anda? Yah, sebuah bulatan atau benjolan yang berisi air akan muncul. Akan sangat perih jika bulatan itu pecah dengan sendirinya. Oleh karena itu s ebelum hal itu terjadi lebih baik kita memecahkan sendiri bulatan tersebut. ini juga baik dilakukan agar luka melepuh kita cepat kering dan sembuh.


Tips tips ini hanya diperuntuhkan untuk luka melepuh yang berisi cairan bisas bukan untuk sebuah bisul atau benjolan akibat dari proses infeksi atau semacamnya yang berisi nanah dan sebagainya.

  1.  Pertama tama, Anda harus menyiapkan alat-alat berupa jarum, alcohol, kapas dan kasa, plester dan obat oles khusus luka bakar. 
  2. Sterilkan jarum tersebut dengan menggunakan kapas yang telah diberi alcohol dan mengusapkannya satu arah ke jarum tersebut. 
  3. Bersihkan dahulu luka melepuh tersebut dengan mengelapnya menggunakan kapas air hangat. 
  4. Tusuk luka tersebut dengan jarum yang telah disterilkan sebelumnya. Sebaiknya pilih bagian yang paling bawah dari luka itu. ini bertujuan agar cairan tersebut dapat keluar dengan mudah tanpa melewati area luka melepuh itu.
  5. Tekan pelan-pelan area luka itu agar cairan segera dapat keluar. Akan terasa sedikit perih saat menekannya. 
  6. Bersihkan bagian kulit yang terkena cairan luka yang berasal dari luka tersebut. 
  7. Oleskan salep atau obat oles khusus luka bakar yang bisa dibeli di apotek-apotek terdekat. 
  8. Ini berguna agar luka melepuh anda cepat kering dan tidak meninggalkan bekas.Tutup seluruh bagian luka tersebut dengan menggunakan kasa dan plester.  
  9. Untuk luka melepuh yang berada di tempat tempat yang sering basah atau terkena air seperti kaki dan tangan anda, gantilah kasa tersebut sesering mungkin.  
  10. Segera konsultasikan dengan dokter anda bila ada hal hal yang tak diinginkan terjadi.

Sumber: Google image

Sekian tips yang bisa saya bagikan hari ini. Pada dasarnya luka melepuh bisa kita tangani sendiri tanpa harus mengunjungi dokter seperti tips sederhana yang saya tulis diatas.anda bisa melakukannya sendiri dirumah dengan syarat semua peralatan yang anda gunakan harus steril ya. Oke readers, Semoga bermanfaat.

BACA JUGA TIPS JITU MERENCANAKAN JENIS KELAMIN ANAK

9 Hal yang Perlu disiapkan sebelum mengurus STR online di MTKI

Nerstory-   Beberapa tahun ini, semenjak booming era internet, beberapa pelayanan publik sudah melakukan perombakan sistem administrasi besar besaran. Pendaftaran dan pengiriman berkas dilakukan secara online. Yah, pendaftaran secara online ini dirasa lebih praktis, efisien dan cepat. Tak terkecuali pendaftaran dan perpanjangan STR di Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia. 
  • Apa itu STR?
Surat Tanda Registrasi yang disingkat STR adalah bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi. Dengan STR, maka Tenaga Kesehatan dapat melakukan aktivitas pelayanan kesehatan.
  •   Siapa yang memerlukan STR?
STR diperlukan oleh seluruh tenaga kesehatan kecuali dokter yang disebut SIP. Jadi STR diperuntukan untuk seluruh Nakes seperti perawat, Ners, Apoteker, bidan, rekam medik, fisioterapis, radiografer, gizi dan lain lain sebagai persyaratan untuk diakui sebagai tenaga kesehatan yang kompeten oleh pemerintah.

Beberapa tahun lalu, pendaftaran dan perpanjangan STR masih menggunakan cara manual yakni harus mendatangi MTKP masing-masing dengan persyaratan yang lumayan rumit. Kumpulan berkas berkas itu kemudian diserahkan ke MTKP, untuk selanjutnya diperiksa kelengkapannya. Cara manual ini cukup rumit dan faktor human errornya sangat tinggi. Misalnya kesalahan penulisan nama serta data-data lainnya di STR yang sudah terlajur keluar.

Nah, berbeda dengan pendaftaran dan perpanjangan STR manual, pendaftaran secara online ini memakan waktu yang lebih sedikit,  bisa dilakukan dimana saja, dan yang paling penting yang bersangkutan bisa memastikan sendiri data data yg diketik itu benar adanya karena faktor human errornya tidak terlalu besar. Disini yang bekerja komputer dan sistem. Print out STR asli mengambil data langsung dari input pendaftaran online yang dilakukan oleh masing-masing individu. Maka berhati-hatilah dan teliti ketika kita sedang mengisi data-data pendaftaran STR secara online ya guys.  Tetapi setelah pendaftaran online selesai,  berkas berkas asli seperti legalisir ijaza fotocopy KTP, dan lain- lain tetap diserahkan langsung ke MTKP yang dalam hal inu adalah Dinas Kesehatan provinsi masing masing untuk proses crosscek data sebelum berkas dikirimkan di MTKI di jakarta. 

BACA JUGA: 15 Cara daftar dan memeperpanjang STR secara Online 

Okeh kembali ke topik utama, apa saja yang perlu kita siapkan sebelun melakukan pendaftaran STR secara online di mtki.kemkes.go.id :


  1. Komputer dan jaringan inet yang stabil
  2. Email yang aktif -> untuk konfirmasi nomor PIN yang digunakan saat login pertama kali 
  3. Nomor KTP 
  4. Nomor induk mahasiswa -> Gunakan nomor induk mahasiswa terakhir misalnya berbeda antara NIM S1 dan NIM ketika profesi, maka gunakan NIM profesi
  5. Kode universitas -> jika tidak bisa tersambung maka bisa cari dengan mengetik nama perguruan tinggi di forlap.ristekdikti.go.id  
  6. Nomor ijaza terakhir
  7. Nomor dan tanggal sertifikat kompetensi -> nomor serkom ada dibagian atas dan tanggal serkom ada di atas TTD 
  8. Tanggal dan tempat dilakukan uji kompetensi -> bisa dilihat pada kartu peserta uji kompetensi 
  9. Foto berlatar merah dengan size kurang dari 500 KB -> pastikan anda mengkompres file foto terlebih dahulu. Proses upload foto dilakukan setelah proses pembayaran dengan kode billing di Bank
Demikianlah file file yang harus anda siapkan sebelum melakukan pendaftaran STR di mtki.kemkes.go.id . Semoga sukses. Feel free to ask everything. It will be nice to help someone.

Baca juga: 
STR OH STR jeritan Hati perawat fresh graduate

STR oh STR! Jeritan Hati Perawat Fresh Graduate

 



Kamu fresh graduate? dan kamu perawat? Selamat! Kamu pasti tidak asing dengan pertanyaan "uda kerja?" "kerja dimana?" atau "kenapa gak kerja di RS itu, lagi ada rekrutment lho?" atau "eeh, padahal lowongan pekerjaan perawat lumayan banyak, kok gak coba daftar?"

  Nerstory-  Oke artikel ini berawal dari rasa mirisku ketika diskusi di salah satu grup alumni  jurusan. Ada salah satu member yang menanyakan berapa lama waktu 'nganggur' dari wisuda sampai dapet kerja? 
 
speechless banget!!  ternyata banyak kakak-kakak alumni yang tergolong mudah dan gak perlu waktu berbulan bulan buat dapet yang namanya perkejaan hanya dengan berbekal ijaza S1+Nersnya. Bahkan ada yang sebelum lulus uda daftar di salah satu RS swasta dan keterima. Itu setidaknya terjadi pada angkatan tahun di bawah 2007 sebelum kewajiban pengharusan adanya  STR sebagai syarat kerja diberlakukan. Apalagi semenjak aturan tersebut  diperketat  pada tahun tahun belakangan yakni 2016-2017 yang mana, katanya,  klinik atau RS yang memperkerjakan perawat tanpa STR akan mendapat sanksi hohooo.. gimana nasib kami dongs!! agak miris membayangkan betapa kuliah kami selama 4 tahun pendidikan S1 + pendidikan profesi kurang lebih 1.5 tahun jadi tidak  berharga apa apa karena belum ada STR.  Malah ada salah satu guyonan dari member grup yang mengatakan kurang lebih: "kadang aku merasa STR lebih berharga dari ijaza S1+ Ners" #senyummiris
Hasil gambar untuk foto perawat
( Pic from google image)

Melalui artikel kali ini aku mewakili teman teman sejawat yang senasib tapi tidak sepenanggungan :D ingin menjawab ribuan pertanyaan usil yang kerap mampir dan berhembus semeriwing bak angin mamiri di siang bolong pada pertemuan pertama kamu sama temen mamah kamu, temen lama yang uda jarang banget kasih kabar, sohib sohib kamu dari yang pernah kamu  lihat pakai rok merah sampai pakai rok abu-abu, serta tetangga tetangga kamu yang super kece  hihi.. Mereka itu sebenarnya peduli banget sama kamu..(Anggap saja gitu) Buat jawab pertanyaan mereka yang model dan tujuan kepo nya sama. Kenapa sampai sekarang kamu masih nganggur husssh alias belum kerja?  Hihi Jadi yah daripada mesti sabar jawabin satu satu pertanyaan yang kurang lebih setipe,  mending baca deh curahan hati para perawat fresh graduate yang berjuang berkali kali lipat buat jadi jobseeker tapi tetap gak bisa berbuat apa apa saat ditanyain mana STRnya? Atau pas liat adanya job vacancy posisi perawat senangnya minta ampun. Eeh pas dibaca di bagian requirement "Must Have STR" hoho langsung surut hati adek bang. #Plak.

 ( Pic from google image)

Okee dari sana saya akan menjelaskan sedikit tentang STR. Apa itu STR atau surat tanda registrasi? STR adalah Bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah terregistrasi.    jadi secara umum,  pemerintah melakukan pencatatan resmi terhadap tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi dan telah mempunyai kualifikasi tertentu lainnya serta diakui secara hukum untuk menjalankan praktik dan/atau pekerjaan profesinya. Tenaga kesehatan yang telah terregistrasi akan mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) yang menunjuukan bahwa perawat / Nakes tersebut kompeten dibidangnya sehingga tidak akan merugikan hak-hak pasien di kemudian hari. jadi sebnarnya bagus dong tujuan pemerintah mengharuskan adanya syarat STR bagi nakes yang akan bekerja? Yupss jawabannya bagus sekali! ini berarti pemerintah itu peduli pada hak hak dan keselamatan pasien selama nakes melakukan praktik profesinya. Jadi dimana salahnya?


Hal di atas tidak salah sama sekali dalam kaca mata masyarakat awam. Ini adalah sistem yang dibentuk pemerintah demi menjamin praktik profesi nakes berjalan sesuai SOP karena memang telah dilakukan oleh Nakes yang kompeten di bidangnya dan sudah terregistrasi. Tapi sudahkah anda menilik di bagian yang saya tebalkan hurufnya yakni 'sertifikat kompetensi' . Hal yang membedakan lulusan Nakes tahun awal 2000an  dengan sekarang adalah kalau dahulu setelah lulus pendidikan perawat baik itu D3 atau profesi Ners, kita sudah bisa langsung mengurus STR. tapi sekarang, kita mesti lulus uji kompetensi dahulu untuk bisa mendapatkan sertifikat kompetensi dan setelah itu baru bisa mengurus STR. Oke saya tidak ada keberatan sama sekali dengan adanya syarat uji kompetensinya itu. Bagi saya pribadi uji kompetensi adalah bagian dari peningkatan mutu profesi ini untuk diakui secara profesional di bidang keilmuannya melalui uji kompetensi untuk menilai kekompetenaan perawat menjalankan praktiknya nanti. Tapi yang sangat saya sayangkan adalah sistem dan alokasi waktunya. Bayangkan saja untuk bisa bekerja setelah selesai pendidikan S1+ners kita harus menunggu dahulu lulus uji kompetensi yang hanya diadakan 2 kali dalam setahun. Yaah kamu gak salah baca. hanya dua kali. For god's sake berapa lama waktu yang kami habiskan hanya untuk menunggu adanya pembukaan UKOM yang hanya dilakukan 2 kali dalam setahun. Belum lagi waktu menunggu pengumuman kelulusan yang memakan waktu hampir dua bulan lamanya. Hal ini diperparah dengan, waktu dinyatakan lulus UKOM sampai keluarnya STR--yang berdasarkan pengalaman kakak kakak tingkat hampir memakan waktu setahun lamanya. dan mari kita berhitung sejenak kurang lebih waktu yang kita habiskan hanya untuk menunggu terbitnya STR yakni 1.5 tahun itu pun kalau anada langsung lulus pada ujian kompetensi yang pertama.

 Sekali lagi ini adalah sistem. kenapa pemerintah tidak berusaha sama sekali mengefektifkan sistem ini. Kami sama seperti lulusan S1 jurusan lainnya yang harusnya sudah bisa diakui secara profesional di bidangnya saat kami mulai merambah dunia kerja. Tapi demi yang namanya sistem kami diharuskan melanjutkan pendidikan profesi guna menyandang gelar profesional. dan sekarang diperparah dengan adanya aturan STR yang proses dan lamanya  memakan waktu yang sama seperti pendidikan profesi kami. Harusnya pemerintah dalam hal ini petinggi yang berwenang (AIPNI, PPNI, kemenkes, dll) untuk dapat mengkaji lebih lanjut mengenai peraturan ini. apakah bisa kami selama praktik profesi mengambil ujian ini dahulu agar ketika selesai pendidikan profesi bisa langsung mengurus STR. atau jadwal UKOM dalam setahun bisa diperbanyak atau malah bisa dilakukan kapan pun institusi itu siap meluluskan mahasiswa nya tanpa perlu menunggu jadwal yang hanya dilakukan 2 kali dalam setahun. dan satu hal lagi, pengurusan STR diharapkan bisa lebih cepat, lebih efektif dan efesien sehingga hanya dalam waktu paling lama sebulan semenjak adanya sertifikat kompetensi, STR sudah terbit.


Huhh!! rasanya lega bisa menuliskan  unek unek yang mengganjal selama ini di profesi ini. Kami tak berharap banyak, hanya tolong pemerintah bisa lebih mengefisienkan sistem yang sudah terbentuk baik sekali itu. kedepannya kami berharap kami bukan hanya diakui secara nama saja bahwa perawat adalah tenaga profesional, lebih dari itu kami berharap perawat bisa menjadi partner sesungguhnya bagi profesi lain dalam menjalankan praktik pelayanan kesehatan.

The last but not least, inilah perjuangan kami demi bisa tetap berjalan pada jalur pekerjaan yang straight dengan pendidikan yang telah kami jalani selama ini. Bukannya kami tak berusaha sana-sini buat dapat kerja, hanya saja kami sudah terlanjur mencintai profesi ini dan berharap bisa mengabdi sesuai dengan bidang keilmuan yang sudah kami tempuh selama ini.. dan untuk siapa pun di luar sana yang masih bertanya kenapa kami masih belum bekerja? sekali lagi saya katakan siapa yang ingin jadi pengangguran? jawabannya tidak ada! Kami bukannya tidak bekerja Kami hanya belum bisa bekerja karena kami terbelit sistem yang mengharuskan kami mempunyai STR terlebih dahulu.. dan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sebelum kami punya STR kami disyaratkan untuk lulus Uji Kompetensi terlebih dahulu . ehmmm..

dan yaahh, Bekerja dan tidak bekerja pada dasarnya adalah pilihan setiap individu masing-masing. Bagaimana ia memandang 'mengabdi' pada masyarakat dan mengabdi penuh pada keluarga adalah dua hal yang sama mulianya.. Di mana pun itu, semoga yang kita lakukan bernilai pahala di sisi Allah sehingga apa pun yang kita rencanakan kelak dipermudah prosesnya, diberkahi langkahnya dan dikabulkan citanya. serta diluluskan uji kompetensinya dan disegerakan mendapat pekerjaan yang berkah di mataNya  Aamiin


Salam perawat! see you on top guys.

 we are ur future nurse. Hayo siapa yang lagi sakit. adek siap ngerawat Bang :D










Sumber: Doc Pribadi


12 Fakta Kutu Rambut yang wajib kamu tahu. Serem!


 (Pic : prom google image)


Nerstory-   Anda pernah terserang parasit yang satu ini? atau teman, kerabat, anak atau anda sendiri sedang mengalami masalah dengan mahkluk kecil, rese bin nyebelin ini? kalau YA berarti anda harus tahu mengenai fakta fakta mahluk satu ini. kalau TIDAK,  setidaknya anda bisa menmbah informasi agar anda jangan sampai tertular di kemudian hari.


 (Pic : prom google image)


Kutu rambut atau pediculus humanus capitis adalah sejenis parasit pengisap darah yang tumbuh dan berkembang di rambut kepala. Berikut ini Adalah Fakta Fakta tentang kutu rambut  Pediculus Humanus Capitis yang harus kamu tahu.

1. Merupakan Parasit penghisap darah yang tumbuh dan berkembang di rambut kepala
2. Nama spesies P. Irritans
3. Kutu betina mampu bertelur enam buah sehari. silakan kalikan saja jika ada 5 kutu di kepalamu hahaa.
4. Telur-telur kutu akan menetas lebih kurang 8 hari.
5. Telur melekat kuat di rambut. tidak akan lepas sampai anda menariknya satu per satu dari helaian rambut.
6.  Kepala akan terasa gatal sekali akibat kutu berjalan jalan di kulit kepala Anda.
7. Penularan kutu rambut sangat cepat. bisa melalui pemakaian bersama  sisir, Topi, jilbab, handuk dll. (baca: Cara ampuh membasi dan mencegah penularan kutu rambut)
8. Salah satu cara tradisonal mengurangi jumlah kutu dengan sisir rapat.
9. Salah satu merk obat kutu rambut yang cukup ampuh yaitu peditox.
10. ciri ciri penderita kutu rambut yakni sering menggaruk kepala secara berlebih, adanya tanda merah pada kulit kepala, belakang telinga serta terdapatnya telur telur kutu di setiap helai rambut. persis seperti debu yang menempel dengan kuat.
11. Kutu rambut bisa menyebabkan seorang anak kehilangan konsentrasi belajar serta kesempatan berisitirahat yang berkualitas.
12. Menyebabkan anak-anak minder berada dekat teman-temannya





8 cara ampuh dan cepat membasmi dan mencegah penularan kutu rambut sampai tuntas

Kutu rambut bisa menyerang siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Kutu rambut biasanya menyerang kaum hawa terutama anak anak.
Nerstory-   Kutu rambut atau pediculus humanus capitis adalah sejenis parasit pengisap darah yang tumbuh dan berkembang di rambut kepala. berikut ini adalah klasifikasi Kutu rambut secara ilmiah. Berikut ini fakta fakta kutu rambut yang harus kamu ketahui.

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : InsectaOrdo : Siphonapetra
Family : Pulicadae
subfamily : Pulicinae
Gebus : Pules
spesies : P. Irritans
Nama Ilmiah : Pediculus Humanus Capitis

Sumber: Wikipedia


( pic prom google image)


Kutu rambut bisa menyerang siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Kutu rambut biasanya menyerang kaum hawa terutama anak anak. Lihatlah betapa sering kita menjumpai kegiatan 'mencari kutu rambut' yang biasa dilakukan oleh kaum ibu kepada anak gadisnya. hal ini yang ditemui penulis selama perjalanan di kereta bukit serelo jurusan Tebing tinggi-kertapati. Sang ibu sampai berdecak "gimana sih kamu bisa dapat kutu rambut ini!!"

Eittss jangan salah. Kutu Rambut ini penyebaran cukup cepat dan kadang tidak disadari. kebanyakan kaum ibu baru mengetahui anakanya terkena kutu rambut setelah si Anak mengaku kulit kepalanya gatal atau sang ibu memperhatikan kebiasaan menggaruk kepala anak yang sudah berlebihan. saat itulah ketika dicek, terlihat banyak telur kutu yang yang menempel kuat di helai-demi helai rambut si anak. dan hebatnya ketika kita memecahkan telur tersebut dengan menekannya memakai kedua kuku maka akan berbunyi 'tass'' itu menunjukkan bahwa terlur kutu tersebut berisi calon embrio kutu rambut yang siap menetas dan menghisap darah di rambutmu sesuka hati sampai kenyang  bahkan gak bisa gerak lagii. iieeww seremm..

 ( pic prom google image)


Biasanya kalau sudah kejadian begini, sang ibu cuma sabar terus berusaha memburu kutu-kutu serta menetaskan telurnya berharap perkembangan parasit tersebut akan berkurang. Cara paling sederhana yang biasa dilakukan adalah menggunakan sisir rapat (nama lain kalau bahasa kami: sugu kerap) yaah sisir ini punya gerigi yang begitu rapat sehingga memungkinkan kita menjaring kutu denga lebih cepat dan efektif. Lalu apakah cara ini cukup? TIDAK!!!

karena apa? karena sudah  begitu banyak telur kutu yang sudah terlanjur menempel di helai demi helai rambut dan tentu cara tradisional ini tidak akan cukup. berikut ini adalah cara membasmi dan mencegah penularan kutu rambut.

1. Jangan menggunakan handuk mandi yang sama dengan penderita. Hal ini dikarenakan kutu atau beberapa telutnya yang siap menetas akan menempel di handuk yang biasanya digunakan oleh penderita dan siap berpindah ke rambut lain yang kebetulan menggunakan handuk yang sama.

2. Jangan tidur satu ranjang apalagi satu bantal dengan penderita. hal ini memungkinkan kutu bermigrasi dari rambut penderita ke tempat lain. Hal lain yang perlu diperhatikan yakni saat anak kita atau kita berencana menginap ditempat lain seperti kerabat atau sahabat dekat. pastikan mereka tidak kutuan yaa :D

3. Jangan memakai sisir yang sama dengan penderita. karena kebanyakan bakal kutu alias telurnya sering menempel di gerigi gerigi sisir. kalau terpaksa, rendam sisir tersebut selama 4 jam memakai larutan  alkohol.
( pic prom google image)

4. Usahakan tidak memakai perhiasaan rambut yang sama dengan penderita. seperti jepit rambut, kuncir rambut yang bahan kain, Wig dll.

5. Bagi yang memakai jilbab jangan suka sembarangan meminjam jilbab teman karena kita tidak pernah tahu mungkin saja ada kutu rambut yang menempel disana. hal ini juga berlaku untuk topi.

6.  Bersihkan semua karpet atau alas tidur penderita menggunakan vakum cleaner secara teratur.

7. Waspadalah ketika anda terpaksa mandi di sungai atau tempat umum seperti kolam renang. Hal ini memungkinkan telur kutu yang masih aktif bahkan kutunya bermigrasi ke rambut anda melalui aliran air.

8. Gunakan Shampoo khusus pembasmi kutu rambut yang bisa di temukan di Apotek terdekat. salah satu merk yang dikenal cukup ampuh yakni peditox. baca dahulu aturan pakai sebelum menggunakannya.

dan semogaaa kita semua bisa terhindar dari semua jenis parasit. bukan hanya kutu saja lhoo. banyak banget parasit disekitar kita yang kadangkala tidak tampak tapi yaah namanya parasit tetap rugi di kita tapi untung di dia :P  namanya juga parasit. **memang kau parasit.. *sambilnyanyilagunyagitagutawa :D
Contoh Surat Lamaran Kerja rumah Sakit

Contoh Surat Lamaran Kerja rumah Sakit

Nerstory-   Berikut ini saya ingin membagikan contoh surat lamaran  kerja ke rumah sakit khusus perawat. untuk melihat versi Wordnya silahkan download file disini
Indralaya, 19 Februari 2017

Kepada Yth :
Kepala Personalia PT Pertamina Bina Medika

Perihal : Lamaran kerja

Dengan Hormat
Berdasarkan informasi dari media elektronik terkini, perihal lowongan pekerjaan di perusahaan tempat Bapak/Ibu pimpin. Melalui surat lamaran ini saya ingin mengajukan diri untuk melamar pekerjaan di perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin guna mengisi posisi perawat. 

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama
: Susilawati
Tempat, tanggal Lahir
: Blora, 20 April 1987
Jenis Kelamin
: Perempuan
Pendidikan terakhir
: S1 ilmu Keperawatan (Ners)
Alamat
: jalan suka tani suka gembira
Telepon
: 083122xxxx

Sebagai bahan pertimbangan dan untuk melengkapi beberapa data yang diperlukan, dengan ini saya lampirkan juga kelengkapan data diri saya sebagai berikut :
  1. Pas Photo 4x6
  2. Foto copy KTP
  3. Foto copy Ijazah dan transkrip terakhir
  4. Sertifikat pendukung lainnya (BTCLS)

Demikian surat lamaran ini saya buat dengan sebenarnya dan atas perhatian serta kebijaksanaan Bapak/Ibu, saya mengucapkan terimakasih.

 

Hormat Kami,



Susilawati

Sakit kepala dan menstruasi




Nerstory-  pernah punya pengalaman sakit kepala yang sangat menganggu sampai sampai kamu menghentikan apapun aktivitas yang sedang kamu kerjakan sekarang?
iya.. saya pernah dan malah tiap bulan!! so whats wrong with my head?


awalnya  saya bingung kenapa saya selalu  got headache hampir setiap bulan. bila penyebabnya karena terlambat makan, saya pastikan hari itu saya makan teratur dan tepat waktu. dan bila disebabkan stress pikiran, saya tidak sedang merasa memiliki beban berat yang menganggu pikiran saya belakangan ini. Jadi sempet bingung penyebab sakit kepala saya ini apa. Sempet mikir yang aneh aneh juga.  saya sampai berpikir pasti ada yang salah di tubuh sayaa. sampai sampai saya searching tentang gejala kanker otak yang salah satunya sering merasakan sakit kepala. sampai se parno itu kan jadinya.

usut punya usut, baru baru ini saya sengaja mencatat tanggal sakit kepala saya setiap bulan, dan yaa akhirnya saya menemukan sebuah alur bahwa saya akan merasakan sakit kepala 2-3 hari menjelang haid. sakitny berupa rasa nyeri skala 5/10 dan akan bertambah sakit bila beraktivitas dan bergerak. Bisa dipastikan bila saya sedang mengalami  nyeri kepala, saya akan bedrest dan berusaha untuk memejamkan mata. dan bila saya sudah benar-benar tak tahan i have to take a pill.  i really need it when i have so many task or deadline to do. 

dan setelah membaca beberapa artikel kesehatan dari sumber terpercaya, sakit kepala menjelang haid itu adalah fisiologis. you know  ketika menjelang peluruhan dinding rahim yang  biasa disebut menstruasi/ haid kadar estrogen dalam tubuh seorang wanita akan menyusut drastis sehingga menyebabkan wanita lebih peka terhadap rasa nyeri yakni salah satunya nyeri kepala. yup benar sekali, salah satu fungsi estrogen itu adalah mengotrol rasa nyeri. 

selama ini kita hanya tau  Pre mestruation syndrome  itu ya cuma dysminore atau nyeri pinggang. umumnya kebanyakan wanita tidak menyadari bahwa sakit kepala yang dirasakannya hampir tiap bulan itu merupakan salah satu sindrom menjelang menstruasi. ehmm jadi pengen tau kan apa aja gejala pre mestruasi sindrom selain yang sudah kita bahas diatas? okee lets check it out with my other artickle

jadi  sakit kepala menjelang menstruasi itu adalah hal yang fisiologis dan tentu tak perlu ditakuti. selama satu atau 2 hari dalam sebulan kamu akan merasakan ini. jadi jangan lagi paranoid seperti saya sebelumnya. yang perlu kita persiapkan adalah untuk lebih merilekskan tubuh menjelang jadwal bulanan kita, siapkan juga beberapa  analgetik  untuk mengurangi nyeri saat sakit kepala sedang melanda atau beberapa aroma terapi dan minyak gosok mungkin akan membantu mengurangi nyeri anda. 



Anda bisa mencobanyanya dirumah! Pereggangan yang ampuh mengurangi low back pain

Pereganggan untuk penderita low back pain

A.      Definisi
    Low back pain adalah suatu tipe nyeri yang membutuhkan pengobatan medis walaupun sering jika ada trauma secara tiba-tiba dan dapat menjadi kronik pada masalah kehidupan seperti fisik, mental, sosial, dan ekonomi.
    Low back pain adalah nyeri kronik di dalam lumbal, biasanya disebabkan oleh terdesaknya para vertebral otot, herniasi dan regenerasi dari nukleus pulposus, osteoartritis, dari lumbal sacral pada tulang belakang (Brunner, 1999).
    Low back pain dapat terjadi pada siapa saja yang mempunyai masalah kesehatan pada muskulokeletal seperti ketegangan lumbosacral akut, ketidakmampuan ligamen lumbosakral, kelemahan otot, osteoartritis, spinal stenosis, serta masalah pada sendi intervertebral, dan kaki yang tidak sama panjang.
   
B.       Penyebab
1.      Perubahan postrur tubuh biasanya karena trauma primer dan sekunder
2.      Trauma primer seperti: trauma secara spontan, contohnya kecelakaan.
3.      Trauma sekunder seperti adanya penyakit HNP, osteoporosis, spondilitis, stenosis spinal, spondilitis, osteoartritis
4.      Ketidakstabilan ligamen lumbosacral dan kelemahan otot
5.      Prosedur degenerasi pada pasien lansia
6.      Penggunaan hak sepatu yang terlalu tinggi
7.      Kegemukan
8.      Mengangkan beban dengan cara yang salah
9.      Keseleo
10.  Terlalu lama pada getaran
11.  Gaya berjalan
12.  Merokok
13.  Duduk terlalu lama
14.  Kurang latihan (olahraga)
15.  Depresi/stres
16.  Pekerjaan yang beresiko terhadap low back pain

C.      Faktor Resiko
a.      Dari penyakit
1.      Usia (20-50 tahun)
2.      Kurangnya latihan fisik
3.      Postur tubuh yang kurang anatomis
4.      Kegemukan
5.      Scoliosis parah
6.      NHP
7.      Spondilitis
8.      Spinal strenosis (penyempitan tulang belakang)
9.      Osteoporosis
10.  Merokok
b.      Dari lingkungan
1.      Duduk terlalu lama
2.      Terlalu lama terpapar pada getaran
3.      Keseleo atau terpelintir
4.      Olahraga (golf, tennis, gymnastic, dan sepak bola)
5.      Vibrasi yang lama
c.       Dari psikososial
1.      Ketidaknyamanan kerja
2.      Depresi
3.      Stress

D.      Tanda dan gejala
Tanda dan gejala yang biasanya terjadi:
1.      Perubahan dalam gaya berjalan
2.      Berjalan terasa kaku
3.      Tidak bisa memutar punggung
4.      Pincang
5.      Nyeri punggung aku maupun kronis lebih dari dua bulan
6.      Nyeri saat berjalan menggunakan tumit
7.      Nyeri otot dalam

E.       Cara mengatasi low back pain
1.      Jaga nutrisi dan diet yang tepat untuk mengurangi dan mencegah berat badan berlebih terutama lemak disekitar pinggang
2.      Kurangi aktivitas yang mampu memicu terjadinya low back pain
3.      Diet harian yang cukup kalsium, fosfor, dan vitamin D untuk membantu pertumbuhan tulang
4.      Lakukan kompres hangat untuk menghilangkan nyeri di bagian yang terasa nyeri

F.       Pencegahan
    Agar kita tetap sehat khususnya agar tidak terkena low back pain, perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut:
1.      Olahraga yang teratur dimana frekuensi/jumlah dan intensitasnya harus cukup, jangan berlebihan. Bagi yang memiliki resiko low back pain  dianjurkan untuk melakukan olahraga renang dan sebaiknya jangan memilih olahraga dengan lompatan-lompatan.
2.      Mengatur makanan dengan menghindari makanan-makanan yang mengandung banyak lemak, asam urat, dll agar memperlambat terjadinya pengapuran tulang belakang. Disamping itu usahakan jangan sampai terjadi kelebihan berat badan
3.      Hidup dalam lingkungan yang sehat dengan udara yang bersih dan menghindari polusi yang berlebihan.
4.      Hidup dengan teratur, hindari stress dengan cara ibadah.




arti prinsif steril di rung OK

Nerstory-   okayy guys. mengawali niat saya untuk konsisten dalam mengisi kembali blog ini, saya akan mmbagikan sedikit cerita ketika saya berdinas pertama kali di ruang OK (baca: ruang bedah)

mungkin bagi sebagian orang, rung OK adalah tempat yang tidak asing lagi. beberapa mungkin pernah mengantar keluarganya atau pernah menonton drama kedokteran sehingga isi dalam ruang itu sudah terbayang dengan jelas. tapi bagaimana dengan detail prinsif kesterilannya? sudahkan anda mencermati?

berdinas dua hari disana cukup membuat saya sedikit mengerti bagaimana penerapan prinsif steril sesungguhnya. Selama ini masih dalam batas teori saja. Bayangkan sebelum masuk di area steril pastikan perlengakapan anda sudah memenuhi standar kesterilan yang berlaku seperti memakai pakaian khusus, topi khusus, masker, sandal khusus dsbgnya. mengapa semua itu diperlukan? jawabnya cukup simple, ya karena ruang itu adalah ruang bedah. tempat segala prosedur invasif (baca : melukai) dilakukan... itu berati disana akan sangat rentan sekali penyebaran berbagai bakteri hingga menginfeksi pasien. area yg terbuka karena proses invasif itulah yang jadi port d'entry nya kuman.

Bukan hanya pakaian saja yg perlu diperhatikan. sikap sterilisasi juga mesti dijunjung tinggi. misal mencuci tangan secara aseptik hingga ke lengan atas. penggunaan berbagai macam instrumen steril dan perlakuan terhadap instrumen itu juga mesti diperhatikan. Belum lagi areal tubuh pasien yg siap dilukai(baca: disayat) harus terlebih dahulu didisinfeksi. intinya semua yang ada di sana harus steril. harus dipastikan tidak akan menginfeksi pasien.


Bila lingkungan di dalam ruang OK begitu terjaga kesterilannya. lalu bagaimana lingkungan sekeliling kita. bukannya sama saja? harus juga kita jaga bukan? rasanya mudah sekali bakteri masuk lalu menginfeksi tubuh kita hanya karena ada areal yang terbuka dan tidak dirawat dengan benar. yup benar sekali, bakteri itu ada dimana-mana. bahkan kita tidak bisa memastikan makanan dan udara yang kita hirup benar benar bebas dari bakteri.

tapi jangan terlalu khawatir. Tuhan sudah menciptakan sesuatu yang lebih tangguh untuk menangkalnya.. bersyukurlah setiap manusia dianugerahi kemampuan melindungi tubuhnya dari jutaan kuman yang bertebaran dimana saja. yaa kita menyebutnya sistem imun (baca: daya tahan tubuh). bayangkan jika sistem ini tidak ada, akan sering sekali tubuh kita sakit. sedikit2 sakit.

eittss tapi jangan merasa aman dulu. semua yang sudah dianugerahkan Tuhan sudah seyogyanya kita jaga bukan? itulah mengapa sangat penting untuk kita terus merawat d menjag kesehatan dengan pola hidup sehat yakni mengkonsumsi makan sehat yang bergizi seimbang, istirahat yang cukup serta berolah raga secara teratu.r. Terdengar mudah tapi amat sulit dilakukan. okay guys mulai sekarang tanamkan bahwa kita harus hidup sehat agar kualitas hidup kita meningkat ..
posted from Bloggeroid
Peran Perawat dalam masa post partum (pasca Melahirkan)

Peran Perawat dalam masa post partum (pasca Melahirkan)

*Masa post partum adalah masa sejak melahirkan sampai pulihnya alat-alat reproduksi dan alat tubuh lainnya yang berlangsung sampai sekitar 40 hari (kamus besar bahasa Indonesia, 1990).

*Peran perawat adalah membantu ibu beradaptasi baik fisiologis maupun psikologis sampai pada kondisi yg optimal tercapai.

*Bila adaptasi normal tidak tercapai, hal ini tidak hanya mengganggu ibu tetapi dapat juga mempengaruhi kesehatan bayi dan proses keluarga. Perawatan ibu post partum di RS hanya berlangsung singkat, maka perawat perlu menetapkan rencana yang efektif dari mulai pengkajian sampai evaluasi dan mempersiapkan ibu kembali ke masyarakat.


*Intervensi keperawatan meliputi

-perawatan fisik secara langsung, dukungan kpd ibu dan keluarga dalam menerima anggota baru dan pendidikan kesehatan utk ibu dan perawatan bayinya.

-Setelah ibu berada diruang post partum, baru dapat menentukan pendidikan kesehatan yang diperlukan ibu post partum, bayi dan keluarganya dan selanjutnya merujuknya kpd perawat komunitas.

*Post partum dibagi menjadi tiga fase yaitu:

1. Immediate pastpartum (24 jam pertama),

2. Early postpartum (berlangsung sampai minggu pertama)

3. Late postpartum (berlangsung sampai masa postpartum berakhir).

Perubahan sangat besar dan dan sangat beresiko terjadi pada masa immediate dan
early postpartum.

untuk lebih jelasnya, silahkan klik Video perawatan pasca melahirkan (Post Partum Care) di bawah ini. selamat belajar, semoga bermanfaat.. :)


posted from Bloggeroid

Contoh Proposal Pendelegasan

Contoh Proposal Pendelegasan


I.         PENDAHULUAN
Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komfrehensif, serta ditunjukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia berupa bantuan yang diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan, serta kurangnya kemauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan hidup sehari-hari secara mandiri. Peran keperawatan Indonesia saat ini yang ingin menunjukkan proses perubahan menuju profesional menjadikan tantangan terbesar dari berbagai pihak.
Mari  Cek Kesehatan dan Mari perhatikan hal-hal berikut ini, apa aja ya?

Mari Cek Kesehatan dan Mari perhatikan hal-hal berikut ini, apa aja ya?


   


Nerstory-   Selamat malam agan-agan dan sisita-sista, pada postingan kali ini, saya akan membagi sedikit informasi yang tidak boleh sama sekali anda remehkan. Informasi ini berkaitan erat dengan pengalaman saya, selaku mahasiswa keperawatan yang  bisa dikatakan sering mengikuti kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan baik itu untuk masyarakat umum ataupun untuk mahasiswa. Info apakah itu? yook, mari simak ulasan saya.
Triger Case : Penyakit Jantung Rematik  (REUMATHIC HEART DESEASE) dan Asuhan Keperawatannya

Triger Case : Penyakit Jantung Rematik (REUMATHIC HEART DESEASE) dan Asuhan Keperawatannya



TRIGGER CASE KARDIOVASKULER
Case 5 :
Seorang anak berusia 9 tahun  dibawa ibunya berobat ke puskesmas dengan keluhan sakit tenggorokan sejak 3 minggu yang lalu dan demam disertai sesak nafas. Sesak bertambah bila melakukan aktivitas. Anak F sering  demam dan mengeluh nyeri sendi berpindah-pindah. Pada  pengkajian didapatkan takipne, takikardi, suhu 39,5c, JVP 5+2 cm H2O, bising jantung grade 3. Pada ekstremitas terdapat nodul subkutan dan eritema marginatum. Dokter merujuk ke RSU. Kedua  orang tuanya gelisah menanyakan kondisi anaknya. Pasien  direncanakan pemeriksaan EKG, rontgen dan lab : leukosit, LED, CRP dan ASTO.

Pertanyaan:
1.     Apa yang terjadi pada pasien? Jelaskan secara konsep teoritis berdasarkan data yang ada!
2.     Pengkajian fisik dan pemeriksaan penunjang apa saja yang diperlukan? Mengapa perlu diperiksa?
3.     Bagaimana penatalaksanaan medis pada pasien tersebut?
4.     Bagaimana tindakan dan penatalaksanaan keperawatan pada pasien tersebut?
5.   Buatlah mapping masalah keperawatan berdasarkan data!
6.   Bagaimana rencanan asuhan keperawatan pada pasien tersebut?
7.     Bagaimana discharge planning pada pasien tersebut?

Analisa Case
Berdasarkan kasus di atas, Anak tersebut menderita PENYAKIT JANTUNG REMATIK (REUMATHIC HEART DESEASE)

1.     Apa yang terjadi pada pasien? Jelaskan secara konsep teoritis berdasarkan data yang ada!
Reumatoid heart disease (RHD) adalah suatu proses peradangan yang mengenai jaringan-jaringan penyokong tubuh, terutama persendian, jantung dan pembuluh darah oleh organisme streptococcus hemolitic-b grup A (Pusdiknakes, 1993).
Penyakit jantung reumatik adalah penyakit peradangan sistemik akut atau kronik yang merupakan suatu reaksi autoimun oleh infeksi Beta Streptococcus Hemolyticus Grup A yang mekanisme perjalanannya belum diketahui, dengan satu atau lebih gejala mayor yaitu Poliarthritis migrans akut, Karditis, Korea minor, Nodul subkutan dan Eritema marginatum.

A.   Etiologi
Penyebab secara pasti dari RHD belum diketahui, namun penyakit ini sangat berhubungan erat dengan infeksi saluran napas bagian atas yang disebabkan oleh streptococcus hemolitik-b grup A yang pengobatanya tidak tuntas atau bahkan tidak terobati. Pada penelitian menunjukan bahwa RHD terjadi akibat adanya reaksi imunologis antigen-antibody dari tubuh.Antibody yang melawan streptococcus bersifat sebagai antigen sehingga terjadi reaksi autoimun.
Terdapat faktor-faktor predisposisi yang berpengaruh pada reaksi timbulnya RHD yaitu :
a.        Faktor-faktor pada individu
         Faktor Genetik
Meskipun pengetahuan tentang faktor genetik  pada RHD ini tidak lengkap namun pada umumnya ada pengaruh faktor keturunan pada proses terjadinya RHD, walaupun cara penurunanya belum dapat dipastikan.
         Jenis Kelamin
Dulu sering dinyatakan bahwa RHD lebih sering terjadi pada anak wanita daripada anak laki-laki.
         Golongan Etnik dan Ras
Data di Amerika menunjukan bahwa serangan awal maupun serangan ulangan lebih sering terjadi pada orang berkulit hitam dibandingkan orang berkulit putih
         Umur
RHD paling sering terjadi pada anak-anak berumur antara 6- 15 tahun ( usia sekolah ) dengan puncak sekitar umur 8 tahun. Tidak biasanya ditemukan pada anak sebelum berumur 3 tahun atau setelah 20 tahun

b.       Faktor-faktor lingkungan
         Keadaan sosial ekonomi yang buruk
Keadaan sosial ekonomi yang buruk adalah sanitasi lingkungan yang buruk, rumah dengan penghuni yang padat, rendahnya pendidikan sehingga pemahaman untuk segera mencari pengobatan anak yang menderita infeksi tenggorokan sangat kurang ditambah pendapatan yang rendah sehingga biaya perawatan kesehatan kurang
         Iklim dan geografis
RHD adalah penyakit kosmopolit. Penyakit ini terbanyak didapatkan pada daerah beriklim sedang,tetapi data akhir-akhir ini menunjukan bahwa daerah tropis pun mempunyai insiden yang tinggi. Didaerah yang letaknya tinggi, insiden RHD lebih tinggi daripada dataran rendah

         Cuaca
Perubahan cuaca yang mendadak sering mengakibatkan insiden infeksi saluran napas atas meningkat, sehingga mengakibatkan kejadian RHD juga dapat meningkat


B.   Patofisiologi
Hubungan yang pasti antara infeksi streptokokus dan demam rematik akut tidak diketahui. Cedera jantung bukan merupakan akibat langsung infeksi, seperti yang ditunjukkan oleh hasil kultur streptokokus yang negative pada bagian jantung yang terkena. Fakta berikut ini menunjukkan bahwa hubungan tersebut terjadi akibat hipersensitifitas imunologi yang belum terbukti terhadap antigen-antigen streptokokus :
1.    Demam rematik akut terjadi 2-3 minggu setelah faringitis streptokokus, sering setelah pasien sembuh dari faringitis.
2.    Kadar antibody anti streptokokus tinggi (antistreptolisin o, anti –DNase, anti hialoronidase ) terdapat pada pasien demam rematik akut.
3.    Pengobatan dini faringitis streptokokus dengan penisilin menurunkan resiko demam rematik akut.
4.    Immunoglobulin dan komplemen terdapat pada permukaan membrane sel-sel miokardium yang terkena.

Hipersensitifitas kemungkinan bersifat imunologik, tetapi mekanisme demam rematik akut masih belum diketahui. Adanya antibody-antibodi yang memiliki aktifitas terhadap antigen streptokokus dan sel-sel miokardium menunjukkan kemungkinan adanya hipersensitifitas tipe II yang diperantarai oleh antibody reaksi silang. Adanya antibody-antibodi tersebut di dalam serum beberapa pasien yang kompleks imunnya terbentuk untuk melawan antigen-antigen streptokokus menunjukkan hipersensitifitas tipe III. Pathway terlampir.

Untuk menegakkan diagnosis RHD dengan melihat tanda dan gejala maka digunakan kriteria Jones yang terdiri dari kriteria mayor dan kriteria minor.
a.       Kriteria Mayor
1.      Carditis
Yaitu terjadi peradangan pada jantung ( miokarditis dan atau endokarditis ) yang menyebabkan terjadinya gangguan pada katup mitral dan aorta dengan manifestasi terjadi penurunan curah jantung ( seperti hipotensi, pucat, sianosis, berdebar-debar dan heart rate meningkat ), bunyi jantung melemah, dan terdengar suara bising katup pada auskultasi akibat stenosis dari katup terutama mitral ( bising sistolik ), Friction rub.
2.       Polyarthritis
Klien yang menderita RHD biasanya datang dengan keluhan nyeri pada sendi yang berpindah-pindah, radang sendi-sendi besar, lutut, pergelangan kaki, pergelangan tangan, siku ( polyarthritis migrans ), gangguan fungsi sendi.
3.      Khorea Syndenham
Merupakan gerakan yang tidak disengaja / gerakan abnormal , bilateral,tanpa tujuan dan involunter, serta sering kali disertai dengan kelemahan otot ,sebagai manifestasi peradangan pada sistem saraf pusat.
4.      Eritema Marginatum
Eritema marginatum merupakan manifestasi RHD pada kulit, berupa bercak-bercak merah dengan bagian tengah berwarna pucat sedangkan tepinya berbatas tegas , berbentuk bulat dan bergelombang tanpa indurasi dan tidak gatal. Biasanya terjadi pada batang tubuh dan telapak tangan.
5.      Nodul Subcutan
Nodul subcutan ini terlihat sebagai tonjolan-tonjolan keras dibawah kulit tanpa adanya perubahan warna atau rasa nyeri. Biasanya timbul pada minggu pertama serangan dan menghilang setelah 1-2 minggu. Ini jarang ditemukan pada orang dewasa.Nodul ini terutama muncul pada permukaan ekstensor sendi terutama siku,ruas jari,lutut,persendian kaki. Nodul ini lunak dan bergerak bebas.

b.      Kriteria Minor
1.      Memang mempunyai riwayat RHD
2.      Artralgia  atau nyeri sendi tanpa adanya tanda obyektif pada sendi, klien kadang-kadang sulit menggerakkan tungkainya
3.      Demam namun tidak lebih dari 39 derajat celcius dan pola tidak tentu
4.      Leukositosis
5.      Peningkatan laju endap darah ( LED )
6.      C- reaktif Protein ( CRP ) positif
7.       P-R interval memanjang
8.      Peningkatan pulse/denyut jantung saat tidur ( sleeping pulse )
9.      Peningkatan Anti Streptolisin O ( ASTO )

Selain kriteria mayor dan minor tersebut, terjadi juga gejala-gejala  umum seperti, akral dingin, lesu, terlihat pucat dan anemia akibat gangguan eritropoesis.gejala lain yang dapat muncul juga  gangguan pada GI tract dengan manifestasi peningkatan HCL dengan gejala mual dan anoreksia.
Diagnosis RHD ditegakkan apabila ada dua kriteria mayor dan satu kriteria minor, atau dua kriteria minor dan satu kriteria mayor.
Perjalanan klinis penyakit demam reumatik / penyakit jantung reumatik dapat dibagi dalam 4 stadium :

Stadium I
Berupa infeksi saluran nafas atas oleh kuman Beta Streptococcus Hemolyticus Grup A. Keluhan : Demam, Batuk, Rasa sakit waktu menelan, Muntah, Diare, Peradangan pada tonsil yang disertai eksudat.

Stadium II
Stadium ini disebut juga periode laten, ialah masa antara infeksi streptococcus dengan permulaan gejala demam reumatik; biasanya periode ini berlangsung 1 - 3 minggu, kecuali korea yang dapat timbul 6 minggu atau bahkan berbulan-bulan kemudian.

Stadium III
Yang dimaksud dengan stadium III ini ialah fase akut demam reumatik, saat ini timbulnya berbagai manifestasi klinis demam reumatik /penyakit jantung reumatik. Manifestasi klinis tersebut dapat digolongkan dalam gejala peradangan umum dan menifesrasi spesifik demam reumatik /penyakit jantung reumatik.
Gejala peradangan umum : Demam yang tinggi, lesu, Anoreksia, Lekas tersinggung, Berat badan menurun, Kelihatan pucat, Epistaksis, Athralgia, Rasa sakit disekitar sendi, Sakit perut


Stadium IV
Disebut juga stadium inaktif. Pada stadium ini penderita demam reumatik tanpa kelainan jantung / penderita penyakit jantung reumatik tanpa gejala sisa katup tidak menunjukkan gejala apa-apa.
Pada penderita penyakit jantung reumatik dengan gejala sisa kelainan katup jantung, gejala yang timbul sesuai dengan jenis serta beratnya kelainan. Pasa fase ini baik penderita demam reumatik maupun penyakit jantung reumatik sewaktu-waktu dapat mengalami reaktivasi penyakitnya.

 2. Pengkajian fisik dan pemeriksaan penunjang apa saja yang diperlukan? Mengapa perlu diperiksa?

a)    Keluhan utama
b)    Riwayat Penyakit : Riwayat penyakit saat ini
                                      Riwayat penyakt terdahulu
                                      Riwayat Keluarga
                                      Riwayat pekerjaaan dan pola hidup
c)    Pemeriksaan fisik
  Inspeksi
-  Pharynx heperemis
-  Kelenjar getah bening membesar
-  Pembengkakan sendi
-  Tonjolan di bawah kulit daerah kapsul sendi
-  Ada gerakan yang tidak terkoordinasi
  Palpasi
-  Nyeri tekan persendian
-   Tonjolan keras tidak terasa nyeri dan mudah digerakkan
  Auskultasi
-  Murmur sistolik injection dan friction rub

d)      Pemeriksaan Penunjang
  ECG                    : Perpanjangan interval P-R
  Radiologi            :
-  Thorax Foto  : cardiomegali
-  Foto sendi     : tidak spesifik
  Laboratorium 
-  Hemoglobin              : Kurang dari normal
-  LED                          : Meningkat
-   C-Rp                                    : Positif
-   ASO                         : Positif
-  Swab tenggorokan    : Streptococcus positif

3. Penatalaksanaan medis pada pasien tersebut :
Karena penyakit jantung rematik berhubungan erat dengan radang Streptococcus betahemolyticus grup A, maka pemberantasan dan pencegahan ditujukan pada radang tersebut. Ini dapat berupa :
a)      Eradikasi kuman Streptococcus beta-hemolyticus grup A
Pengobatan adekuat harus dimulai secepatnya pada DR dan dilanjutkan dengan pencegahan. Erythromycin diberikan kepada mereka yang alergi terhadap penicillin.
b)      Obat anti rematik
Baik cortocisteroid maupun salisilat diketahui sebagai obat yang berguna untuk mengurangi/menghilangkan gejala-gejala radang akut pada DR.
c)      Diet
Makanan yang cukup kalori, protein dan vitamin.
d)     Istirahat
Istirahat dianjurkan sampai tanda-tanda inflamasi hilang dan bentuk jantung mengecil pada kasus-kasus kardiomegali. Biasanya 7-14 hari pada kasus Demam Reumatik minus carditis. Pada kasus plus carditis, lama istirahat rata-rata 3 minggu – 3 bulan tergantung pada berat ringannya kelainan yang ada serta kemajuan perjalanan penyakit.
Kelompok
Klinis
Tirah baring
( minggu )
Mobilisasi bertahap
( minggu)
- Karditis (  -  )
- Artritis    ( + )

2

2
- Karditis     ( + )
- Kardiomegali (-)

4

4
-   Karditis (  +  )
-   Kardiomegali(+)

6

6
-   karditis ( +  )
-   Gagal jantung (+ )

> 6

> 12

e)      Obat-obat Lain
Diberikan sesuai dengan kebutuhan. Pada kasus dengan dekompensasi kordis diberikan digitalis, diuretika dan sedative. Bila ada chorea diberikan largactil dan lain-lain.
4. Bagaimana tindakan dan penatalaksanaan keperawatan pada pasien tersebut?
Jawab            :
a.    Batasi aktivitas pasien untuk mengurangi beban kerja jantung.
b.    Pemberian oksigen berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen.
c.    Kompres pasien berhubungan dengan suhu tubuh yang meningkat dikarenakan inflamasi oleh Beta Streptococcus Hemolyticus Grup A.
d.    Menjaga kelembaban kulit pasien berhubungan dengan resiko kerusakan integritas kulit.
e.    Beri pasien  makanan yang cukup kalori, protein dan vitamin.
f.     Menurunkan ansietas berhubungan dengan ketakutan pasien terhadap penyakit.
g.    Penurunan nyeri berhubungan dengan peradangan oleh penyakit.
h.    Pantau tekanan darah pasien secara terus menerus.

5. Mapping masalah keperawatan berdasarkan data:

6. Rencanan asuhan keperawatan pada pasien tersebut:
a.      Analisa Data
No
Symptom
Problem
Etiologi
1
DS :
DO :
-  takikardia
-   Takipnea
-  bising jantung grade 3
-   Lab : Peningkatan Sel Retikuloendotelial, sel plasma dan limfosit (leukositosis), Peningkatan laju endap darah ( LED ), C- reaktif Protein ( CRP ) positif,
-   EKG: P-R interval memanjang
Penurunan curah jantung
gangguan pada penutupan pada katup mitral (stenosis katup)
2.
DS: 
-   Klien mengeluh sesak nafas
-   Klien mengeluh nyeri
DO:
-   JVP (Jugular Venous Pressure) 5+2 cm H2O
-   Takipnea
-   Eritema Marginatum
Perfusi jaringan perifer tidak efektif
Penurunan metabolisme terutama perifer akibat vasokonstriksi pembuluh darah
3
DS: Klien mengeluh nyeri sendi berpindah-pindah
DO:
-   Polyarthritis (Nyeri sendi berpindah-pindah)
-   Takipnea
-   Takikardi
Nyeri akut
Peradangan pada membran sinovial
4
DS: Klien mengeluh nyeri sendi berpindah-pindah
DO:
-   Suhu 39◦c
-   Polyarthritis (Nyeri sendi berpindah-pindah)
-   Takikardi
-   Lab : Peningkatan Sel Retikuloendotelial, sel plasma dan limfosit (leukositosis), Peningkatan laju endap darah ( LED ), C- reaktif Protein ( CRP ) positif,
-   EKG: P-R interval memanjang
Hipertermia
Peradangan pada membran sinovial dan peradangan katup jantung
5
DS: Klien mengeluh nyeri sendi berpindah-pindah
DO:
-   Polytarthritis (Nyeri sendi berpindah-pindah)
Syndrome kurang perawatan diri
Gangguan muskuloskeletal
6
DS:
DO:
-   Eritema Marginatum
-   Nodul Subcutan
Kerusakan integritas kulit
Peradangan pada kulit dan jaringan subcutan
7
DS : Klien mengeluh sesak nafas
DO :
-    Sesak nafas bertambah bila melakukan aktivitas
-    Takipnea
-    Takikardi
Resiko kerusakan pertukaran gas
penumpukan darah diparu akibat pengisian atrium yang meningkat

1.  Diagnosis Keperawatan yang mungkin muncul
1.      Penurunan curah jantung b/d adanya gangguan pada penutupan pada katup mitral (stenosis katup)
2.      Perfusi jaringan perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan metabolisme terutama perifer akibat vasokonstriksi pembuluh darah
3.     Nyeri akut berhubungan dengan peradangan pada membran sinovial
4.     Hipertermia berhubungan dengan Peradangan pada membran sinovial dan peradangan katup jantung
5.    Syndrome kurang perawatan diri berhubungan Gangguan muskuloskeletal ; Poltarthritis/arthalgia dan therapi bed rest .
6.     Kerusakan integritas kulit behubungan dengan peradangan pada kulit dan jaringan subcutan.
7.     Resiko kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan penumpukan darah diparu akibat pengisian atrium yang meningkat

2. Rencana Tindakan Keperawatan
1.     Penurunan curah jantung b/d adanya gangguan pada penutupan katup mitral ( stenosis katup )
Tujuan:
Setelah diberikan asuhan keperawatan,penurunan curah jantung dapat  diminimalkan.
Kriteria hasil:
Menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas yang dapat diterima (disritmia terkontrol atau hilang) dan bebas gejala gagal jantung (mis : parameter hemodinamik dalam batas normal, haluaran urine adekuat). Melaporkan penurunan episode dispnea,angina. Ikut serta dalam akyivitas yang mengurangi beban kerja jantung.
Intervensi dan rasional:
Intervensi
Rasional
1.  Kaji frekuensi nadi, RR, TD secara teratur setiap 4 jam


2.  Kaji perubahan warna kulit terhadap sianosis dan pucat.



3.  Batasi aktifitas secara adekuat.



4.  Berikan kondisi psikologis lingkungan yang tenang.

5.  Kolaborasi untuk pemberian oksigen
6.  Kolaborasi untuk pemberian digitalis
1.      Memonitor adanya perubahan sirkulasi jantung sedini mungkin dan terjadinya takikardia-disritmia sebagai kompensasi meningkatkan curah jantung
2.      Pucat menunjukkan adanya penurunan perfusi perifer terhadap tidak adekuatnya curah jantung. Sianosis terjadi sebagai akibat adanya obstruksi aliran darah pada ventrikel.
3.      Istirahat memadai diperlukan untuk memperbaiki efisiensi kontraksi jantung dan menurunkan komsumsi O2 dan kerja berlebihan.
4.      Stres emosi menghasilkan vasokontriksi yang meningkatkan TD dan meningkatkan kerja jantung.
5.      Meningkatkan sediaan oksigen untuk fungsi miokard dan mencegah hipoksia.
6.      Diberikan untuk meningkatkan kontraktilitas miokard dan menurunkan beban kerja jantung.

2.     Perfusi jaringan perifer tidak efektif berhubungan dengan perubahan metabolisme terutama perifer akibat vasokonstriksi pembuluh darah
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan , perfusi jaringan perifer efektif
Kriteria hasil :
Klien tidak pucat, Tidak ada sianosis, Tidak ada edema
Intervensi dan rasional :
Intervensi
Rasional
1.      Selidiki perubahan tiba-tiba atau gangguan mental kontinyu, contoh: cemas, bingung, letargi, pingsan.


2.      Lihat pucat, sianosis, belang, kulit dingin atau lembab. Catat kekuatan nadi perifer.

3.      Kaji tanda edema.
4.      Pantau pernapasan, catat kerja pernapasan.



5.      Pantau data laboratorium, contoh: GDA, BUN, creatinin, dan elektrolit.
1.      Perfusi serebral secara langsung sehubungan dengan curah jantung dan juga dipengaruhi oleh elektrolit atau variasi asam basa, hipoksia, atau emboli sistemik.
2.      Vasokontriksi sistemik diakibatkan oleh penurunan curah jantung mungkin dibuktikan oleh penurunan perfusi kulit dan penurunan nadi.
3.      Indikator trombosis vena dalam.
4.      Pompa jantung gagal dapat mencetuskan distress pernapasan. Namun dispnea tiba-tiba atau berlanjut menunjukkkan komplikasi tromboemboli paru.
5.      Indikator  perfusi atau fungsi organ

3.     Nyeri akut berhubungan dengan peradangan pada membran sinovial
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan, masalah nyeri teratasi.
Kriteria hasil :
Skala nyeri 0-1, tanda-tanda vital dalam batas normal, klien tidak mengeluh nyeri, tidak ada nyeri tekan dan klien tidak membatasi gerakanya.Klien tampak rileks











Intervensi dan rasional:
Intervensi
Rasional
1.      Kaji keluhan nyeri. Perhatikan intensitas ( skala 1-10 )
2.      Pantau tanda-tanda vital (TD, Nadi, RR , suhu)

3.      Pertahankan posisi daerah sendi yang nyeri dan beri posisi yang nyaman
4.      Kompres dengan air hangat jika diindikasikan
5.      Ajarkan teknik relaksasi progresif ( napas dalam, Guid imageri,visualisasi )

6.      Kolaborasi untuk pemberian analgetik
1.      Memberikan informasi sebagai dasar dan pengawasan intervensi
2.      Mengetahui keadaan umum dan memberikan informasi sebagai dasar dan pengawasan intervensi
3.      Menurunkan spasme/ tegangan sendi dan jaringan sekitar
4.      Menghambat kerja reseptor nyeri

5.      Membantu menurunkan spasme sendi-sendi, meningkatkan rasa kontrol dan mampu mengalihkan nyeri.
6.      Menghilangkan nyeri

4.     Hipertermia berhubungan dengan Peradangan pada membran sinovial dan peradangan katup jantung.
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan masalah hiperteemia teratasi
Kriteria hasil :
Suhu normal ( 26-37 derajat celcius ), nadi normal,leukosit normal (4.300-11.400 per mm³ darah), tidak ditemukan steptococcus hemolitikus b grup A pada hapusan tenggorokan.



Intervensi dan rasional :
Intervensi
Rasional
1.      Kaji suhu tubuh klien dan ukur tanda-tanda vital lain seperti nadi, TD dan respirasi
2.      Berikan klien kompres hangat pada lipatan tubuh dan terdapat banyak pembuluh darah besar seperti aksilla, perut )
3.      Anjurkan klien untuk minum 2 liter/hari jika memungkinkan

4.      Anjurkan klien untuk tirah baring      ( bed rest )

5.      Kolaborasi untuk pemberian antipiretik dan antiradang seperti salisilat/ prednison serta pemberian Benzatin penicillin
1.      Mengetahui data dasar terhadap perencanaan tindakan yang tepat

2.      Membantu meberikan evek vasodilatasi pembuluh darah sehungga pengeluaran panas terjadi  secara evaporasi
3.      Peningkatan suhu juga dapat meyebabkan kehilangan cairan akibat evaporasi
4.      Mencegah terjadinya peningkatan reaksi peradangan dan hipermetabolisme.
5.      Mengurangi proses peradangan sehingga peningkatan suhu tidak terjadi serta streptococus hemolitikus b grup A akan mampu dimatikan

5.     Syndrome kurang perawatan diri berhubungan Gangguan muskuloskeletal ; Polyarthritis / Arthralgia dan therapi bed rest.
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan masalah pemenuhan ADL klien teratasi.
Kriteria hasil :
Klien mengatakan perawatan diri / ADL terpenuhi, Klien dapat melakukan perawatan diri dalam batas toleransi
Intervensi dan Rasional :
Intervensi
Rasional
1.      Bantu pemenuhan ADL klien


2.      Libatkan keluarga untuk membantu  memenuhi kebutuhan klien

3.      Beri penjelasan kepada klien bahwa klien harus tirah baring sesuai dengan waktu yang diindikasikan

1.      Memenuhi kebutuhan klien sehingga klien tetap bed rest dan tenang
2.      Kebutuhan klien akan lebih terpenuhi sehingga klien merasa tetap diperhatikan
3.      Mencegah adanya komplikasi peradangan sampai ketingkat gagal jantung.

6.     Kerusakan integritas kulit behubungan dengan peradangan pada kulit dan jaringan subcutan
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan,kerusakan integritas kulit teratasi.
Kriteria hasil :
Eritema hilang pada tangan dan tubuh klien, mempertahanakan integritas kulit. Mendemonstrasikan perilaku / teknik mencegah kerusakan kulit






Intervensi dan Rasional :
Intervensi
Rasional
1.      Kaji tingkat kerusakan kulit

2.      Berikan perawatan kulit sering, minimalkan dengan kelembaban/ ekskresi
3.      Ubah posisi sering di tempat tidur / kursi, bantu latihan rentang gerak pasif/aktif
4.      Berikan bantalan yang lembut pada badan
5.      Kolaborasi untik pemberian obat antiradang ( prednison )
1.      Memberikan pedoman untuk memberikan intervensi yang tepat
2.      Terlalu kering adan lembab merusak kulit dan mempercepat kerusakan.

3.      Memperbaiki sirkulasi/ menurunkan waktu satu area yang mengganggu aliran darah
4.      Mencegah penekanan pada eritema sehingga tidak meluas
5.      Mengurangi reaksi peradangan sehingga eritema hilang.



7. Resiko kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan penumpukan darah di paru-paru akibat pengisian atrium yang meningkat
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan masalah resiko kerusakan pertukaran gas tidak terjadi
Kriteria hasil :
Mendemonstrasikan ventilasi dan oksigenasi adekuat pada jaringan ditunjukkan oleh GDA/ oksimetri dalam rentang normal dan bebas gejala distress pernafasan. Berpartisipasi dalam program pengobatan dalam batas kemampuan/situasi




Intervensi dan rasional:
Intervensi
Rasional
1.      auskultasi bunyi nafas, catat krekels, mengii.


2.      Anjurkan pasien batuk efektif, nafas dalam.
3.      Pertahankan posisi semifowler, sokong tangan dengan bantal Jika memungkinkan

4.      Kolaborasi dalam pemberian oksigen tambahan sesuai indikasi.


5.      Kolaborasi untuk pemeriksaan AGD
6.      Kolaborasi untuk pemberian obat diuretik.
7.      Kolaborasi untuk pemberian obat bronkodilator
1.      Menyatakan adanay kongesti paru/pengumpulan sekret menunjukkan kebutuhan untuk intervensi lanjut.
2.      Membersihkan jalan nafas dan memudahkan aliran oksigen.
3.      Menurunkan komsumsi oksigen/kebutuhan dan meningkatkan ekspansi paru maksimal.
4.      Meningkatkan konsentrasi oksigen alveolar, yang dapat memperbaiki/menurunkan hipoksemia jaringan.
5.      Hipoksemia dapat menjadi berat selama edema paru
6.      Menurunkan kongesti alveolar, meningkatkan pertukaran gas.
7.      Meningkatkan aliran oksigen dengan mendilatasibjalan nafas kecil dan mengeluarkan efek diuretic ringan untuk menurunkan kongesti paru





7.  Discharge planning pada pasien tersebut:
a.     Jelaskan penyebab,tanda, gejala,perjalanan penyakit dan prognosis Penyakit Jantung Rematik
b.      Jelaskan Tindakan Farmakologi yang dilakukan. Jelaskan  tentang kegunaan obat-obatan yg digunakan,serta berikan jadwal pemberian obat
c.      Diskusikan pentingnya pencegahan
d.      Bantu pasien mengidentifikasi kebutuhan fisiologis
e.      Anjurkan untuk kontrol secara teratur walaupun tanpa gejala








           

                                                                                                                                                                                  




DAFTAR PUSTAKA

Ariesti,Agung.2011.Konsep Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan Reumatoid Heart Disease (RHD). (google scholar, diakses tanggal 5 Desember 2012
Doengoes,Marilynn E.1999.Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3.Jakarta: EGC
Noviyanto,Dwi.2011.Askep Penyakit Jantung rematik.( http://blogedwinoviyanto.blogspot.com/ ,diakses tanggal 5 Desember 2012)
Nurjannah,I.(2012) (3rd Ed). ISDA Intan’s Screening Diagnoses Assesment.Yogyakarta: Mocomedia
Santoso,Budi.2005.Panduan Diagnosa Keperawatan NANDA.Jakarta: Erlangga
Wilkinson,Judith M.2006. Buku Saku Diagnosis Keperawatan Dengan Intervensi NIC dan Kriteria Hasil NOC.Jakarta: EGC