ku nanti saat ini


 By: yesica tria enggriani
Aku kira ini semua tidak sulit, ternyata lebih dari yang aku bayangkan.... hemm aku berpikir sejenak mengingat semua itu... lebih tepatnya dia... dia yang hampir belakangan ini menguasai penuh hati dan pikiran ku, menyita waktu senggangku... aku tahu ini tidak sepantasnya tapi... ah..lagi-lagi dia yang sekarang ada dipikiran ku....
Mengapa harus dia??? dia yang aku kagumi, dia yang sealu muncul dalam mimpi dan khayalku..Sebagai wanita biasa aku tak bisa memungkiri ini semua... tak bisa ya allah... setiap pertemuanku dengan nya menjadi momen aku mengingatnya... kebijaksanaannya, kecuekannya, pendiriannya yang teguh, partisipasinya dalam keagaamaan, tekadnya berjuang di jalan Allah entah apalagi itu... semuanya membuatku kagum... spertinya itu semua telah melekat penuh di dirimu.. wahai akhi...
Entah kapan lagi kita bisa bertemu, mengenang itu semua menyenangkan bagiku sekaligus menyesakkan ku atas rindu yang membuncah seperti saat ini...
Masih jelas dalam ingatan ku, sekitar tujuh tahun yang lalu, saat kebersamaan kita.... saat di mana akan selalu kukenang dan kurindukan, saat aku memiliki teman sekelas seperti mereka semua... tentunya termasuk kau... saat ketika aku mulai mengenalmu, saat perasaan itu masih sangat jauh dari lubuk hati ku... dan tanpa ku sadari perasaan itu muncul entah kapan dan bagaimana.. aku bingung memikirkannya, memikirakan tentang semua ini, lebih tepatnya tentangmu, tentang rasa yang mungkin sulit di definisikan... tapi kharisma dan pesonamu membutku tunduk, bertekuk lutut.
Sejak perasaan itu muncul, yang menjadi pikiranku tentunya semua tentang dirimu... dalam khayal dan mimpiku ada dirimu.. selalu saja. Apakah kau juga sama?? Pertanyaan yang mungkin takkan pernah terjawab... tak kan pernah ku ketahui walau bagaimana pun caranya...
Apakah perasaan ini sudah teralau berlebihan ya allah, sepertinya memang... lebih dari sekedar mengaggumi.. aku malu pada MU, ya rabb, aku hampir saja melupakan cinta ku pada pemilik cinta sejati, cinta yang menghimpun semua cinta... tapi aku bersyukur pada  Allah  karena dia masih memperhatikanku,  masih mengingatkan ku akan rasa yang tak seharusnya ini.... aku sadar..
Saat itu yang kupikirkan hanya lah bagaiman menghilangkan rasa ini, membuangnya jauh-jauh hingga aku tak bisa merasakan rasa ini kepada siapapun sebelum kau halal bagiku,.. .. menghindar darimu, tentu saja hal pertama yang kulakukan... salah satu cara yang aku pikir akan berhasil...  aku melihat sepertinya kau tak paham akan hal itu, kau di mata ku  lagi-lagi masih menebarkan pesonamu lewat perhatian yang aku kira  mungkin kau berikan untuk ku.. lagi-lagi sepertinya rasa ini yang menang, melesat jauh di dalam anganku, berkembang lebih dari yang ku bayangkan.
Dalam usahaku untuk melupakanmu yang masih terus  ku lakukan, dalam lirih aku meminta kepadaNya: ya Alaah ya rabb, bantulah aku, bantu aku menghilangkan rasa ini... membungnya hingga tak ada lagi yang tersisa... dalam tangis ku memohon “jika memang dia jodohku, perkenankan aku bertemu kembali dengannya dalam  keindahan, dan jika memang  bukan jauhkanlah ia sejauh-jauhnya dariku”... walau sepertinya tidak begitu berhasil, setidaknya cara ini mampu mengontrolku akan rasa yang belum  sepantasnya ini, bahwa ada cinta yang maha tinggi dari pemilik cinta sejati yang menghimpun seluruha cinta, yaitu cinta kepada allah... sang pemilik cinta abadi.
Ya... setidaknya rasa ini, tidak begitu berkembang daalm hati ku, sepertinya aku Cuma bisa mengharapkan m ungkin  saja cinta  bisa terkikis oleh jarak, rung dan waktu...  berharap bahwa cinta ini bisa hilang karena itu, setidaknya sedikit berkurang... tapi sepertinya aku salah... walu sudah di ujung kebersamaan kami... rasa itu masih tetap sama...
Tak bisa dihindari perpisahan memang akan terjadi, mengejar mimpi yang lebih tinggi  mengantarkan kami pada perpisahan ini... entah sudah rencanaMu atau bukan atau hanya suatu kebetulan dariMu ya Allah, ternyata kami kuliah di kota yang sama....tapi berbeda kampus... setidaknya aku mulai lega, aku tak melihatnya langsung didepan mataku..
Kesibukan baruku sebagai mahasiswa, mengurangi sedikit ingantan ku padanya...walau kadang-kadang di waktu senggang aku masih memikirkannya.....
Bersambung.....


karya pertama ku lO... ksh coment.. yaw...
First


EmoticonEmoticon