puisi : datang dan pergi sekehendak hati



Risau tak berujung
Terhempas tak berdasar
Janji yang telah mati
Sebenarnya siapa dirimu?
Sekehendak hati berkenalan dan menyapa “hai”
Tapi kini kau menghilang.
Tak apa kau menghilang
Bila ku belum sampai mengharapkan
Nyatanya kini
harus kah kau lakukan itu?
Terutama padaku..
Aku masih tak mengerti
apa maumu?
Pun sampai detik ini
Yang kusesali bukan mengapa kau menyapaku hari itu
Tapi mengapa hatiku ikut luluh..
Apa ini trik pesonamu?
Atau sekedar pelampiasan rasa penasaranmu?
Entahlah
Hanya kau yang tahu
Aku menulis ini bukan untuk melupakanmu
Aku menulis ini untuk selalu mengingat orang-orang sepertimu
Yang datang dan pergi sekehendak hati
Aku adalah korban janjimu..

Indralaya, Maret 2014


EmoticonEmoticon