Setelah tak bersama chapter 16




Hari itu, setelah selesai tes terakhir seleksi beasisiwa, ferdi buru buru menuju kampus. Ia berharap bisa menemui Lyra di kampusnya. Sudah lebih dari 2 jam ferdi dengan semangat menunggu Lyra di depan kelasnya. Di tangannya juga sudah ada bunga anggrek putih kesukaan Lyra.  Tapi saat kelas sudah berakhir, ferdi sama sekali tak melihat Lyra keluar dari kelas itu. akhirnya ia memutuskan untuk bertanya pada temen-teman Lyra. 


“ooh, Lyra gak kuliah hari ini..” jawab salah satu teman Lyra


“gak kuliah? Apakah kalian tahu kenapa Lyra gak kuliah..” tanya Ferdi khawatir


“Lyra sedang pergi singapura. Salah satu proposal penelitiannya harus di presentasikan pada forum tingkat iregional asia..” jawab salah satu teman Lyra


Mendengar hal itu ferdi masih tak percaya. Lyra sama sekali tak bicara mengenai hal itu kepadanya. Setelah beberapa lama berpikir, Ia memutuskan untuk menghubungi ibu mertuanya yang berarti ibunya Lyra. 


Walau ia harus diinterogasi ibunya karena ia bisa tak tahu di mana keberadaan istrinya sendiri, Lyra, ferdi akhirnya dapat informasi bahwa Lyra akan pulang lusa siang. Ferdi akan menjemputnya. “Harus” gumamnya dalam hati


Hari-hari dilalui ferdi dengan menunggu, ia berharap setelah Lyra pulang, mereka akan berbaikan lagi. Hidup normal lagi sebagai pasangan. Di hari itu pula ferdi akan memberi tahu kabari bahagia bahwa Ia dinyatakan lulus dan mendapat beasisiwa S2 di Harvard university kepada Lyra.


****

Dengan begitu semangatnya ferdi menunggu di ruang tunggu bandara soekarno hatta. Ia juga sudah menyiapkan seikat bunga mawar merah yang sengaja ia beli sebelum ia berangkat ke bandara tadi. Sebelumnya, Ia juga telah menyiapakan kejutan yang tak kan diduga Lyra di apartemen mereka.


Kedatangan pesawat tujuan singapura-jakarta telah diumumkan. Ia dengan segera berdiri di depan pintu keluar dari ruang tunggu itu. tak beberapa lama, diliatnya sosok lyra berjalan keluar dengan membawa koper kecil dan satu tas kecil ditangannya. Saat bisa melihat Lyra lagi setelah sekian lama, ferdi sungguh senang, Ia amat merindukan sosok itu. sudah hampir satu minggu mereka berdua sama sekali tak bicara. Moment kepulangan Lyra ini akan dimanfaatkannya untuk memperbaiki hubungan mereka yang sempat renggang. 


Ferdi masih terus mengamati Lyra dari kejahuan. Akhirnya ia menyadari banyak yang berubah dari sosok perempuan yang sangat disayanginya itu. Lyra tampak kurusan dengan raut muka yang lumayan pucat. Tampilannya saat itupun begitu lesu dan tak bersemangat. “bagaimana bisa lyra begitu pucat saat ini, “apakah ia sedang sakit?” Tanya ferdi khawatir


Langkah demi langkah kaki Lyra akhirnya mempertemukan mereka tepat di tengah tengah kerumunan orang yang berlalu lalang. Lyra yang sedari tadi focus dengan koper dan tas nya kini teralihkan oleh sosok yang telah menunggunya begitu manis di depan sana. Tapi, tetap saja Lyra masih belum sepenuhnya memaafkan ferdi. Dengan langkah yang semakin lunglai, ia terus berjalan menghampiri Ferdi. Tiba-tiba pandangan matanya menjadi kabur. Kini dirinya beberapa langkah lagi tiba dihadapan ferdi, tubuh rapuhnya sudah mulai goyah, ia tak mampu lagi untuk berdiri, saat ia hampir saja terjatuh, ferdi dengan sigap melangkah dan memeluk tubuh rapuh itu. dilihatnya sosok Lyra yang sudah tak sadarkan diri. Dengan khawatir, ferdi tergesa-gesa menuju mobilnya. Kejadian itu sungguh telah menyita perhatian orang-orang yang berlalu lalang di sana.


****


Tiba di Rumah sakit, Lyra dengan segera diperiksa oleh tim medis dan saat ini Ia sudah dipindahkan ke kamar perawatan.


Ferdi masih tampak khawatir, tapi ia begitu terkejut saat dokter menjelaskan kenapa Lyra bisa sampai pingsan. Ternyata Lyra kelelahan, sudah pasti. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter yang merawat Lyra mengatakan bahwa Lyra baru saja kehilangan janin yang ada dikandungannya. Lyra keguguran pada usia kehamilan 9 minggu dan itu berarti Ia juga baru saja kehilangan calon anakannya. 


 Dan disinilah ferdi, di samping Lyra yang masih belum sadarkan diri. Ia merasa begitu kehilangan. Ia tak mampu lagi untuk mengingat kejadian kejadian beberapa minggu ini. Tanpa di sadarinya di elusnya perut Lyra dari balik selimut tidurnya dan bergumam


“oh sweetheart, harusnya ini menjadi hari yang begitu indah, saat aku mengetahui kau tengah mengandung anakku, tapi kini kita baru saja kehilangannya..” bisik ferdi sambil menitikan air mata kesediahan. 


****

Selanjutnya : Setelah Tak bersama Chapter 17



EmoticonEmoticon