Setelah tak Bersama Chapter 28 (THE END)









 Pertama Baca? mulai baca dari Setelah tak bersama Chapter 1

Ferdi  melangkah dengan senyum yang merekah. Sejak dari parkiran tadi ia menyapa semua pegawai yang ditemuinya di jalan. 

 Ia amat bahagia hari ini. Lyra sudah memutuskan untuk memulai kembali dengannya. Bukan tanpa alasan pagi ini ia begitu bersemangat masuk kerja setelah lebih dari seminggu menghilang.

“Hei hei tuh pak ferdi sudah datang..” bisik bisik pegawai di perusahaan itu..

“gosipnya waktu itu dia menghilang lho..” 

Disaat bersamaan, Lyra masuk ke lobby. Dengan segera Ia menyadari kehebohan dari bisik-bisik pegawai wanita yang berjalan disampingnya. Dia hanya menggeleng-geleng kepala sambil tersenyum penuh arti.

Lyra baru saja memasuki lift. Ferdi yang biasanya naik lift VIP malah ikut masuk bersama lyra.
Salah satu asisten pribadinya bingung, “lho pak, kok naik lift khusus pegawai?” tanya asistennya itu dengan kening yang berkerut

“ooh eehmm, aku ingin lebih dekat dengan para karyawanku, ada yang salah?..” jawab ferdi sambil tersenyum penuh arti

“Tentu tidak pak, oh ya pak jadwal bapak hari ini ada meeting jam 9, terus.. bla bla bla..”

Ferdi tidak begitu mendengarkan ucapan asistennya itu, ia malah mundur ke belakang Lift karena menyadari Lyra berada disana. Dengan perlahan, Ia menyentuh tangan Lyra, Lyra terkejut saat ia telah menyadari ternyata ferdilah yang menggengam tangannya. Lyra tersenyum. Senyuman malu malu yang mengisyaratkan jangan-main-main-ini-kantor. Tapi ferdi dengan cueknya malah  seolah olah fokus  mendengarkan asistennya itu berbicara.

****
Lyra tiba di ruangannya. Seperti biasa ruangan itu sudah riuh oleh suara melani yang bergosip tentang kemunculan ferdi setelah seminggu menghilang.

Dari seberang mejanya, prisil memerhatikan Lyra. Akhirnya ia memutuskan untuk menemuinya.
“Lyra, bisa aku berbicara denganmu?..”

Lyra hanya mengangguk..

Kin mereka sudah berada di atap gedung. Prisil yang mulai bicara lebih dulu

“Lyra, maafkan aku, waktu itu aku tak bermasksud  begitu. Aku sama- sekali tak bermaksud memisahkan dirimu dari ferdi..”

“Sejak ku tahu bahwa kamu adalah mantan ferdi, aku sudah memutuskan menjauh, apalagi semenjak ferdi menghilang dan sebab dia menghilang adalah dirimu..”

‘’Aku tahu kalian saling mencintai, kalian berpisah untuk menyatu kembali. Waktu itu aku hanya memanas manasimu saja. aku ingin kau sadar bahwa kau itu juga mencintainya. Kau harus mengejarnya..”

Lyra menyimak baik baik pengakuan prisil barusan..

“Cukup. Aku sudah mengerti, terima kasih karena kau sudah menyadarkanku prisil..” jawab Lyra sambil melangkah untuk memeluk sahabatnya itu.

****
“fer, aku gugup..” ucap Lyra tercekat

“kenapa harus gugup? Kita pernah melewati ini sebelumnya. Ingat?..” jawab ferdi menenangkan
“huh” lyra mendengus “ucapanmu sama sekali tak membantu..”

Malam ini, ferdi dan lyra memutuskan untuk menemui kedua orang tua ferdi. lyra terlihat gugup sejak dari sore hari. Ia memikirkan berbagai kemungkinan. Bagaimana kalau orang tua ferdi  menolak dirinya.. 

****
Keseokan malamnya.

Kini Giliran ferdi yang gugup, Ia tak berani membayangkan wajah orang tua Lyra. Tapi  ia tak mengungkapkannya seperti halnya lyra waktu itu. ia hanya diam tak bergeming. Rahahangnya mengeras, ia tak menyadari ternyata lyra memperhatikan sikapnya itu..

“Kau gugup ya?” Goda lyra sambil cekikikan

“Ti-Tidak” jawab ferdi kaku

“kau gugup..” ucap Lyra sambil memegang tangan ferdi yang ternyata berkeringat

Ti-tidak..”

“Kau gugup”

“IYA AKU GUGUP, PUAS?”

“ya ya ya..”  Hahahaha, lyra tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban ferdi barusan..

****

Malam belum begitu larut, meraka sepakat belum ingin pulang ke apartemen masing masing. Akhirnya ferdi melajukan mobilnya menuju ke pinggiran kota dan menepi tepat di samping sungai dengan rerimbunan pohon mengelilinginya. Tak jauh dari sana ada jembatan. Beberapa mobil dan motor terlihat lalu lalang. 

Dulu, Ini adalah salah satu tempat favorit mereka menghabiskan waktu. Selain jauh dari keramaian, tempat ini terasa sejuk dan asing. Lyra yang pertama kali mempunyai ide mengunjungi tempat ini. dahulu ia hanya ingin bertemu ferdi tapi tidak ingin menguras banyak uang dengan makan malam di restaurant mewah. Ia hanya ingin berdua. Dan inilah tempatnya.

“Kreak”. Pintu mobil terbuka. Mereka serentak turun dari mobil dan menuju kap. Lyra mengalami kesulitan menaikiki kap mobil  karena saat ini ia sedang memakai rok. Akhirnya ferdi mengambil inisiatif mengendong lyra. lyra sedikit terkejut tapi ia akhirnya tersenyum..

“Terima kasih..”

Kini mereka telah duduk berdampingan di atas kap mobil.

Mereka mendengus lega..

“Apa kau juga rasakan itu..?”

“Ya tentu, aku merasa lega walau diberondong banyak pertanyaan”

“Satu bulan lagi..” ucap Lyra hampir seperti bisikan

“dan kau akan resmi jadi nyonya Ferdinand Alpath, Direktur Gerfon Company..” ucap ferdi menambahkan

“Kurasa itu bukan intinya sir, siapa kau akhirnya, itu hanyalah bonus..”

“always defensive, My Lyra..”

Mereka tertawa lembut sejenak sebelum beralih ke topic lainnya..

“Kalau diingat-ingat lagi, kita hampir saja tak direstui. Aku masih belum lupa bagaimana ekspresi orang tuaku dan orang tuamu saat kita serentak mengatakan bahwa kali ini kita juga belum akan menggelar resepsi. Lagi-lagi kita sepakat merahasiakan pernikahan kita dari semua orang. Eksprsi mereka bukan hanya terkejut tapi juga bingung. Mereka sepertinya belum memahami pikiran kita…” ucap Lyra sambil menerawang

Ferdi diam sejenak, ia menghela nafas singkat..

“kau tahu Lyra, aku memimpikan resepsi di ballroom hotel mewah, duduk di pelaminan bersamamu. Mengundang semua yang aku kenal, menunjukkan kepada semua bahwa kau adalah milikku dan aku milikmu..” ucap ferdi bergetar

“Tapi untuk yang kedua kalinya aku harus bersabar, tapi tentu aku akan berusaha mewujudkan mimpiku itu secepatnya” ucap ferdi penuh ambisi

Lyra menyimak ucapan ferdi barusan, ia mengernyitkan keningnya pada kata kata ferdi yang terakhir.
“kau masih ingat janji kita, kan Lyra?” tanya ferdi menekankan kata “janji kita”

“tentu, aku memilihmu kembali bukan untuk berpisah kedua kalinya. Aku ingin kali ini kita benar-benar menikah, menggelar resepsi, memiliki bayi denganmu dan menghabiskan hidupku selalu bahagia dengan keluarga kecil kita..”

“Aku ingat, tentu ingat. Aku akan resign dari pekerjaanku saat aku tengah mengandung tiga bulan, dan saat itu kita akan menggelar resepsi seperti mimpimu itu..” ucap lyra penuh janji..

Ferdi tersenyum lembut mendengar jawaban Lyra. Perlahan senyumnya itu berubah menjadi senyum congkak..

“kalau begitu, aku akan berusaha keras untuk membuatmu mengandung secepat mungkin Lyra..” tekad ferdi penuh semangat.

Mendengar hal itu, Lyra refleks memukul mukul pundak ferdi dengan kedua tangannya.
Bukan ferdi namanya, jika tidak memanfaatkan kesempatan. Dengan lembut ditariknya tangan lyra. lyra yang tak siap atas tindakan tiba-tiba ferdi, akhirnya mendarat dengan sempurna di pundak ferdi.
“jangan bergerak…” bisik ferdi sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang lyra.

“aku ingin memelukmu seperti ini selamanya..” 

Lyra merasa nyaman hanya berada dalam dekapan ferdi seperti saat ini. nafas mereka makin menghangat. Pelukan ferdi makin erat. Lyra yang terkejut menolehkan kepalanya untuk melihat ekspresi ferdi. Saat itulah lagi lagi ferdi tak menyia nyiakan kesempatan.

Cup

 Kecupan singkat itu mendarat tepat di bibir lyra. lyra terdiam. Suhu diantara mereka tiba-tiba menjadi panas. ferdi memandang lyra tepat di matanya. Seolah meminta izin untuk berbuat lebih. Ia baru akan mendaratkan kembali sebuah ciuman, saat tiba-tiba lyra menahan bibir ferdi itu dengan kelima jarinya sekaligus.

“eiitsss, ingat sebulan lagi..” ucap lyra melotot

Ferdi memandang Lyra dengan ekspresi mengiba seolah menyuarakan tolonglah-sekali-ini-saja..
Lyra menggeleng cepat. “Tidak boleh. Belum waktunya, pria mesum..” ucap lyra sambil memukul mukul pundak ferdi.

Ferdi tersenyum atas perilaku defensive lyra. ia hanya bisa membawa lyra dalam dekapan hangatnya. Yaa, untuk saat ini, hanya bisa begini..

“yeah, she is my sweatheart, she is mine..” ucap ferdi lembut dalam hatinya.

****
V-O-T-E Please

Please comment dan Votenya ya readers.
Finally, END. Setelah lebih dari satu bulan terbengkalai, akhirnya dapat wangsit juga mengakhiri cerita Lyra & ferdi. Hahahah :D

Saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk readers setia cerbung “setelah tak bersama” ini. ini adalah cerbung pertamaku. Doakan semoga segera ada karya lain yang menyusul.

Oh ya, maaf sebelumnya. saya tidak akan membuat epilog ya. Karena memeng saya tidak membuat prolog sebelumnya. 

Oke, sampai disini untuk ceritanya Lyra & ferdi. semoga ada yang merindukan couple ini yaa. nantikan karya saya selanjutnya ok.. :)


Always #peluk ciumku untuk readers setia


EmoticonEmoticon