Showing posts with label Episode Curhat. Show all posts
Showing posts with label Episode Curhat. Show all posts

The Journal of Being Positive

The Nerstory,- On October 6th of 2020 i got my first PCR test result after waiting for 1 week. Guess what? I was one of 15 people in my regency that confimed positive result from that test and joined to 311.176 comfirmed positive people in indonesia on that day. 
 
 
For your information, We  (all staff in my working place) had to take this test. Actually i don't have kind of symptoms of covid-19 such as Fever or chills, Cough, Shortness of breath or difficulty breathing, Fatigue, Muscle or body aches, Headache, New loss of taste or smell and Sore throat. I feel like im healthy. i am really healthy like i used to. i was even very confident that i would get negative result. cause my body is as fit as usual. otherwise, the result said like that. I might be asymtomatic person right?

I could say anything on that day. I lost all my words. 'is this true?' How? that kind of questions spreading on my mind for many times. though, I always do health protocol like stay safe, wear mask when i go out, keep the distance in public area, always wash my hand. but i'm still infected by this virus. Eventhough, as cov-19 IT staff, i still had to keep update the data and information about this to everyone while i still tried to process the information for my self first.

The first thing i did after i knew this information was I took some clothes, mask and the personal stuff to be brought to quarantine home.I lived alone there. self isolated.  There is no one friends to talk or to interact with for atleast 14 days after exposure.

To be honest, I corncerned more about another issues. Actually, I got some worries  about the social effects of this information escpecially for my family. How my dad and mom could handle the social issues. like Rejection issues if i choose to isolate my self here, on their society in this residential. But thanks god, I already saved from that kind of issues. I can get my live here, the quarantine time without any rejection from my neighbours.

So today, I'd tell the story of my 1st day of quarantine, I did loundry, took some exercise and sunbath, drunk many multivitamins from the traditional way to modern. I got many supports and advices to kick this virus out, such as: "Yes, try to eat 2 boiled egg everydays, or drink coconut water with lime and some salt, or drink boiled of sungkai leaf". Yeah I did everything to get 'negative' result for next check. And i am blessing that I am surrounded by nice people whom take care of me a lot. Thanks for you all.

I wish the next 14 days  will go fine without any symptoms or health isusses. Yeah I'll be okay if I do the positive things, right? because I have very strong support from my family, they are all I have. They are really meant to me. I am very lucky to be part of good family in my life. I feel grateful. I can go with it. So, you should do the same. Never give up to all confirmed positive fighter. Lets kick the corona virus out together. 

 

Once thing,The last but not least. There is no people want to get this (read:confirmed positive). The little thing that we can do is giving support instead of chasing them away from your circle. Everyone can be infected by this virus. Stay safe all. I believe, We can get through this together.-Yes20





STR oh STR! Jeritan Hati Perawat Fresh Graduate

 



Kamu fresh graduate? dan kamu perawat? Selamat! Kamu pasti tidak asing dengan pertanyaan "uda kerja?" "kerja dimana?" atau "kenapa gak kerja di RS itu, lagi ada rekrutment lho?" atau "eeh, padahal lowongan pekerjaan perawat lumayan banyak, kok gak coba daftar?"

  Nerstory-  Oke artikel ini berawal dari rasa mirisku ketika diskusi di salah satu grup alumni  jurusan. Ada salah satu member yang menanyakan berapa lama waktu 'nganggur' dari wisuda sampai dapet kerja? 
 
speechless banget!!  ternyata banyak kakak-kakak alumni yang tergolong mudah dan gak perlu waktu berbulan bulan buat dapet yang namanya perkejaan hanya dengan berbekal ijaza S1+Nersnya. Bahkan ada yang sebelum lulus uda daftar di salah satu RS swasta dan keterima. Itu setidaknya terjadi pada angkatan tahun di bawah 2007 sebelum kewajiban pengharusan adanya  STR sebagai syarat kerja diberlakukan. Apalagi semenjak aturan tersebut  diperketat  pada tahun tahun belakangan yakni 2016-2017 yang mana, katanya,  klinik atau RS yang memperkerjakan perawat tanpa STR akan mendapat sanksi hohooo.. gimana nasib kami dongs!! agak miris membayangkan betapa kuliah kami selama 4 tahun pendidikan S1 + pendidikan profesi kurang lebih 1.5 tahun jadi tidak  berharga apa apa karena belum ada STR.  Malah ada salah satu guyonan dari member grup yang mengatakan kurang lebih: "kadang aku merasa STR lebih berharga dari ijaza S1+ Ners" #senyummiris
Hasil gambar untuk foto perawat
( Pic from google image)

Melalui artikel kali ini aku mewakili teman teman sejawat yang senasib tapi tidak sepenanggungan :D ingin menjawab ribuan pertanyaan usil yang kerap mampir dan berhembus semeriwing bak angin mamiri di siang bolong pada pertemuan pertama kamu sama temen mamah kamu, temen lama yang uda jarang banget kasih kabar, sohib sohib kamu dari yang pernah kamu  lihat pakai rok merah sampai pakai rok abu-abu, serta tetangga tetangga kamu yang super kece  hihi.. Mereka itu sebenarnya peduli banget sama kamu..(Anggap saja gitu) Buat jawab pertanyaan mereka yang model dan tujuan kepo nya sama. Kenapa sampai sekarang kamu masih nganggur husssh alias belum kerja?  Hihi Jadi yah daripada mesti sabar jawabin satu satu pertanyaan yang kurang lebih setipe,  mending baca deh curahan hati para perawat fresh graduate yang berjuang berkali kali lipat buat jadi jobseeker tapi tetap gak bisa berbuat apa apa saat ditanyain mana STRnya? Atau pas liat adanya job vacancy posisi perawat senangnya minta ampun. Eeh pas dibaca di bagian requirement "Must Have STR" hoho langsung surut hati adek bang. #Plak.

 ( Pic from google image)

Okee dari sana saya akan menjelaskan sedikit tentang STR. Apa itu STR atau surat tanda registrasi? STR adalah Bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah terregistrasi.    jadi secara umum,  pemerintah melakukan pencatatan resmi terhadap tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi dan telah mempunyai kualifikasi tertentu lainnya serta diakui secara hukum untuk menjalankan praktik dan/atau pekerjaan profesinya. Tenaga kesehatan yang telah terregistrasi akan mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) yang menunjuukan bahwa perawat / Nakes tersebut kompeten dibidangnya sehingga tidak akan merugikan hak-hak pasien di kemudian hari. jadi sebnarnya bagus dong tujuan pemerintah mengharuskan adanya syarat STR bagi nakes yang akan bekerja? Yupss jawabannya bagus sekali! ini berarti pemerintah itu peduli pada hak hak dan keselamatan pasien selama nakes melakukan praktik profesinya. Jadi dimana salahnya?


Hal di atas tidak salah sama sekali dalam kaca mata masyarakat awam. Ini adalah sistem yang dibentuk pemerintah demi menjamin praktik profesi nakes berjalan sesuai SOP karena memang telah dilakukan oleh Nakes yang kompeten di bidangnya dan sudah terregistrasi. Tapi sudahkah anda menilik di bagian yang saya tebalkan hurufnya yakni 'sertifikat kompetensi' . Hal yang membedakan lulusan Nakes tahun awal 2000an  dengan sekarang adalah kalau dahulu setelah lulus pendidikan perawat baik itu D3 atau profesi Ners, kita sudah bisa langsung mengurus STR. tapi sekarang, kita mesti lulus uji kompetensi dahulu untuk bisa mendapatkan sertifikat kompetensi dan setelah itu baru bisa mengurus STR. Oke saya tidak ada keberatan sama sekali dengan adanya syarat uji kompetensinya itu. Bagi saya pribadi uji kompetensi adalah bagian dari peningkatan mutu profesi ini untuk diakui secara profesional di bidang keilmuannya melalui uji kompetensi untuk menilai kekompetenaan perawat menjalankan praktiknya nanti. Tapi yang sangat saya sayangkan adalah sistem dan alokasi waktunya. Bayangkan saja untuk bisa bekerja setelah selesai pendidikan S1+ners kita harus menunggu dahulu lulus uji kompetensi yang hanya diadakan 2 kali dalam setahun. Yaah kamu gak salah baca. hanya dua kali. For god's sake berapa lama waktu yang kami habiskan hanya untuk menunggu adanya pembukaan UKOM yang hanya dilakukan 2 kali dalam setahun. Belum lagi waktu menunggu pengumuman kelulusan yang memakan waktu hampir dua bulan lamanya. Hal ini diperparah dengan, waktu dinyatakan lulus UKOM sampai keluarnya STR--yang berdasarkan pengalaman kakak kakak tingkat hampir memakan waktu setahun lamanya. dan mari kita berhitung sejenak kurang lebih waktu yang kita habiskan hanya untuk menunggu terbitnya STR yakni 1.5 tahun itu pun kalau anada langsung lulus pada ujian kompetensi yang pertama.

 Sekali lagi ini adalah sistem. kenapa pemerintah tidak berusaha sama sekali mengefektifkan sistem ini. Kami sama seperti lulusan S1 jurusan lainnya yang harusnya sudah bisa diakui secara profesional di bidangnya saat kami mulai merambah dunia kerja. Tapi demi yang namanya sistem kami diharuskan melanjutkan pendidikan profesi guna menyandang gelar profesional. dan sekarang diperparah dengan adanya aturan STR yang proses dan lamanya  memakan waktu yang sama seperti pendidikan profesi kami. Harusnya pemerintah dalam hal ini petinggi yang berwenang (AIPNI, PPNI, kemenkes, dll) untuk dapat mengkaji lebih lanjut mengenai peraturan ini. apakah bisa kami selama praktik profesi mengambil ujian ini dahulu agar ketika selesai pendidikan profesi bisa langsung mengurus STR. atau jadwal UKOM dalam setahun bisa diperbanyak atau malah bisa dilakukan kapan pun institusi itu siap meluluskan mahasiswa nya tanpa perlu menunggu jadwal yang hanya dilakukan 2 kali dalam setahun. dan satu hal lagi, pengurusan STR diharapkan bisa lebih cepat, lebih efektif dan efesien sehingga hanya dalam waktu paling lama sebulan semenjak adanya sertifikat kompetensi, STR sudah terbit.


Huhh!! rasanya lega bisa menuliskan  unek unek yang mengganjal selama ini di profesi ini. Kami tak berharap banyak, hanya tolong pemerintah bisa lebih mengefisienkan sistem yang sudah terbentuk baik sekali itu. kedepannya kami berharap kami bukan hanya diakui secara nama saja bahwa perawat adalah tenaga profesional, lebih dari itu kami berharap perawat bisa menjadi partner sesungguhnya bagi profesi lain dalam menjalankan praktik pelayanan kesehatan.

The last but not least, inilah perjuangan kami demi bisa tetap berjalan pada jalur pekerjaan yang straight dengan pendidikan yang telah kami jalani selama ini. Bukannya kami tak berusaha sana-sini buat dapat kerja, hanya saja kami sudah terlanjur mencintai profesi ini dan berharap bisa mengabdi sesuai dengan bidang keilmuan yang sudah kami tempuh selama ini.. dan untuk siapa pun di luar sana yang masih bertanya kenapa kami masih belum bekerja? sekali lagi saya katakan siapa yang ingin jadi pengangguran? jawabannya tidak ada! Kami bukannya tidak bekerja Kami hanya belum bisa bekerja karena kami terbelit sistem yang mengharuskan kami mempunyai STR terlebih dahulu.. dan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sebelum kami punya STR kami disyaratkan untuk lulus Uji Kompetensi terlebih dahulu . ehmmm..

dan yaahh, Bekerja dan tidak bekerja pada dasarnya adalah pilihan setiap individu masing-masing. Bagaimana ia memandang 'mengabdi' pada masyarakat dan mengabdi penuh pada keluarga adalah dua hal yang sama mulianya.. Di mana pun itu, semoga yang kita lakukan bernilai pahala di sisi Allah sehingga apa pun yang kita rencanakan kelak dipermudah prosesnya, diberkahi langkahnya dan dikabulkan citanya. serta diluluskan uji kompetensinya dan disegerakan mendapat pekerjaan yang berkah di mataNya  Aamiin


Salam perawat! see you on top guys.

 we are ur future nurse. Hayo siapa yang lagi sakit. adek siap ngerawat Bang :D










Sumber: Doc Pribadi


Self Reminder: Allah sebaik baik Sandaran






Nerstory-  Susah sekali rasanya menuliskan sesuatu yang terasa amat sakit untuk diingat karena saat kau menuliskannya, secara otomatis kau akan membayangkan kembali semuanya. Suasananya, suara riuh resah, ekspresi harap harap cemas menunggu namanya dipanggil dan yang paling memorable instrument gending sriwijayanya. Oh astaga mungkin setiap mendengarkan instrument ini, seterusnya aku akan mengingat moment ini. moment yang sebenarnya tak sedikitpun ingin kuingat apalagi kuulang. Dan seperti denial, tahap pertama dari teori kehilangannya kulber ross, reaksi spontan dalam hati ini adalah menyangkal semuanya. Berharap nominal angka yang telingaku tangkap adalah salah! dan yang lebih konyolnya berharap yang membacakannya itu salah baris persis seperti kesalahan fatal Steve Harvey saat membacakan nama miss universe 2015.



Tapii



Hingga detik akhir, semua itu tidak berubah sedikitpun. Bahkan setelah mata ini menatap nama dan angka yang tertera di sebuah kertas, hal itulah kenyataannya.

Tuhaan.. aku tetap berusaha tersenyum. Menampilkan wajah baik-baik saja yang sudah sangat terlatih. Sempat aku meratap dalam hati, Mengapa? Mengapa semua ini terjadi padaku? Bahkan semua jatuh bangunku selama ini hanya menorehkan nominal angka yang setiap aku menuliskannya selalu saja aku bertanya, apa ini hukuman Tuhan untukku?



Hukuman atas semua kelalaianku. Hukuman atas diriku yang seperti terserang demensia untuk berdoa memujanya. Aku sudah terlampau sering melewatkannya. Melewatkan waktu untuk bercengkrama kepadanya. bertukar keluh kesahku, bercerita tentang kekhawatiranku, tentang harapan harapan masa depanku. Apa aku sudah terlalu sombong? Melupakan keajaiban tentang apa saja yang bisa diperbuatnya..



AKU SUDAH SANGAT JAUH. JAUH SEJAUH JAUHNYA.. aku berharap aku masih bisa kembali, kembali menapaki langkah demi langkah mendekat kepadaMu. Menjadi kekasihMu. Menjadi seseorang yang Kaurindukan celotehnya…



Semoga. Semoga Kau masih sudi berdekatan lagi dengaku. Seorang hamba yang terlampau sering merasa ujub dan dengan lantangnya berani membusungkan dada di depanmu. Allah sudikah engkau membimbingku?



Hasbunallahu Wa Ni’mal wakiil

(cukuplah allah Menjadi penolong kami dan Allah sebaik-baik sandaran)



Indralaya 240117

Awal yang baik untuk sebuah renungan

Giliranku kapan?

Giliranku kapan?



   

Detik tidak pernah melangkah mundur, tapi kertas putih itu selalu ada..
Waktu tidak pernah berjalan mundur, dan hari tidak pernah terulang..
Tetapi pagi selalu menawarkan cerita baru..
untuk semua pertanyaan yang belum terjawab..
Satu pertanyaan yang belum terjawab untukku,  giliranku kapan?

Everything changes.. dua kata yang cukup menggambarkan banyak perubahan yang terjadi dalam hidup ini. terkadang kita belum menyadari hal itu bahkan saat  orang orang disektiar kita, buku buku yang kita baca, ternyata telahhh berubah..
sesederhana Angan itu

sesederhana Angan itu




 
Haii hai readers. Apa kabar?  Uda hampir 2 minggu ini gue gak ngeblog. Sekalinya nongol, eeh malah eps curhat yang gue tulis. Gak apa-apa-lah ya..? secara, ini kan blog gue. Hehehe.

Ada lagi neeh yg aneh dari gue akhir akhir ini. gue lagi suka-suka nya baca novel or cerbung gitu. tapi semuanya bertemakan pernikahan. Sebenarnya gak aneh juga sih, tapi kalo gue bilang gue jadi pengen cepet nikah, gimana? Gak ada masalah juga sih sebenarnya yaa?. Yup, emang bener gak ada masalah, yang jadi masalah siapa calonnya coba? Hahahahah
Arti sebuah Prinsif : No Dating Before Married

Arti sebuah Prinsif : No Dating Before Married

Nerstory- Menurutmu pacaran itu perlu gak buat mengenal calon pasangan? 

   Hai hai, apa kabar readers? semoga  Baik baik ya, biar tetep bisa mantengin blog ini hehehe..

   


Kali ini aku akan nulis ulang artikel Arti sebuah prinsif : No Dating Before Married. Lah kok ditulis ulang?#jangan bingung dulu ya. Jadi gini ceritanya, Sebelumnya aku pernah nulis artikel dengan judul yang sama, dan hasilnya ternyata,  lumayan banyak yang baca, padahal isinya gak nyambung sama judulny. That’s why, sekarang aku jadi merasa bertanggung jawab buat ngangkat tema ini lagi. #lebay. Semoga masih ada yang pengen baca :)

Oke, sekarang kita mulai masuk ke inti.

Menurut kalian apa sih arti sebuah prinsif? Prinsif dalam pandangan aku adalah sesuatu yang kita yakini, kita pegang, dan kita jadikan pedoman. Jadi gak heran kalo prinsif itu sedikit banyaknya bisa memepengaruhi seseorang dalam bertindak, mengambil keputusan dll. Itulah yang membedakan individu satu dengan yang lainnya. Dari prinsif yang dipeganganya, dari seberapa yakinnya ia dengan prinsif itu. dan pada dasarnya prinsif seseorang itu bisa berubah-ubah, tergantung kuat tidak keyakinan dalam dirinya.

Dahulu, dahulu banget, pas masih zamannya seragam putih-biru, Aku pernah punya angan-angan buat punya cowok pas masa SMA #GakPentingBanget hihihi. Itu malah aku tulis lo, di dairy masa SMPku #Ooops. Nah lho, pada kenyataanya, aku keterima di sekolah yang  notabennya menujunjung tinggi iman dan takwa. Tapi bukan pesantren ya.. nah di masa putih abu-abu itulah, aku dapet banyak pencerahan, termasuk tentang hubungan dengan lawan jenis, sampe2 kami disuruh tuh ngafal ayat yang pasti uda gak asing lagi di telinga kita. Walla taqrobbuzinna, jangan lah kamu mendekati zina (Al-isra’ 32). Dekat-dekat aja uda gak boleh, apalagi mempraktekkan ya? Eh... 

Jadi intinya dalam syariat agama yang aku yakini sampai detik ini, tidak ada yang namanya pacaran. Hubungan dengan lawan jenis itu hanya boleh terjalin setelah terbingkai dalam pernikahan. Itu lebih diridhoi Allah bro.. nah itulah, awal dari prinsifku saat ini. sebelumnya kan aku uda bilang prinsif itu bisa berubah-ubah. Dalam kasus aku diatas, jelas prinsifku berpindah kearah yang lebih diridhoi Allah #InsyaAllah. Semoga dasar keyakinan aku itu bisa terus kuat sampai waktu mempertemukanku dengan siapapun jodoh yang telah Allah gariskan untuk hidupku kelak. Tanpa terjerumus dalam yang namanya penyakit hati akut. #KeepIstiqomah yess

Nah, ngomomg ngomong tentang pacaran, siapa yang pernah pacaran?hayo ngaku? Btw apa sih yang kamu rasain  saat menjalin hubungan dan deket dengan seseorang? Seneng? Bangga? Ngerasa ada yang merhatiin? Ada yang jagain? Ada yang anter jemput lo? Sadar woii, belum halal. Hihihi. 

Nah, kalo dirasa-rasa, apa aku gak pengen, ngeliat temen-temen dan orang disekeliling aku pada punya yang namanya someone special gitu? yang selalu nanyaian, apa kabar? Lagi ngapain? Uda sholat belum? Ehmm.. jujur ya, Aku juga pengen banget. Tapi sekali lagi, Allah sepertinya begitu sayang padaku, aku selalu diingatkan saat- hati ini sudah hampir terkotori dengan yang namanya cinta semu. Allah selalau jadi pahlawanku, yang menjanjikan bawa pangeranku pasti datang di saat yang tepat, di saat kita semua uda siap, jadi gak perlu ngabisin waktu praktek kemak*siatan segala. Satu prinsifku , Aku gak ingin jadi piala bergilir dari satu orang ke orang lain, dari satu nama ke nama lain, yang jelas-jelas belum ngejamin bakal jadi temen hidup kita kelak. Buang buang waktu girls..

Jadi intinya, perbaiki diri, tanamkan prinsif itu dalam dalam. Selalu kuatkan dengan penantian yang berkualiatas. Penantian dengan cara terus memperbaiki dirimu, hingga Allah meridhoi salah satu pangeran terbaiknya untuk dirimu seorang. Yakini itu ukhti.. 

Ada saatnya nanti, kau pasti akan merasakan penantian itu berbuah manis..

“Dan begitulah, ketika Allah yang maha membolak-balikkan hati, allah yang maha mengetahui rahasia hati setiap hambanya sekecil apapun itu.. mempertemukan dua insan manusia  dalam balutan cinta nan suci, cinta yang halal untuk keduanya.. di setiap langkah yang kita tuju, di setiap doa yang kita panjatkan ada  jodoh kita yang telah disiapkan Allah.. berusaha itu perlu, dalam artian berusaha menjadi insan yang  lebih baik di mata Allah lah persiapan kita sesungguhnya, usaha itulah  yang mempertemukan laki-laki yang baik, untuk perempuan yang baik pula.. ini bukanlah perkara kapan waktu tersebut akan datang, tapi dengan siapa kita kan bersanding, yang berarti siapa kita saat ini.. sudah siapkah kita menjemput jodoh kita? sebaik-baik diri kita itulah jodoh kita.”

Sekali lagi thanks buat yang uda baca, kalau berkenan, tinggalakan komentar ya, ceritaain, gimana cerita menjaga hati versi mu? Apa kamu uda siap menanamkan prinsif itu dalam dalam? Ehmm 
See u next time :*